BALIK LAGI KE HUMAS DAN PROTOKOLER : Evie Siap Optimalkan Visi Pemkab Sleman

share on:
Dra Shavitri Nurmala Dewi MA | YP/Affan

Yogyapos.com (SLEMAN) - Setelah hampir sembilan tahun intens menggarap pariwisata di Kabupaten Sleman, kini Dra Shavitri Nurmala Dewi MA  kembali ke habitatnya lagi sebagai staf Humas dan Protokoler Setda Pemkab Sleman.

Kepada yogyapos.com, Rabu (23/1/2019), Evie menyatakan sebagai pelayan masyarakat, dia akan selalu siap bekerja di mana pun. Terlebih sekarang berada di lingkungan Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman. Di tempat ini, bagi Evie, bukan lagi dunia baru. 

Dulu, sebelum ditempatkan di Dinas Pariwisata, Evie telah lama berkecimpung dalam urusan hubungan masyarakat menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Meski telah kembali lagi ke bagian Humas dan Protokol, Evie mengaku masih memback-up sejumlah pekerjaan di Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

“Perkembangan desa wisata di Kabupaten Sleman secara umum menggembirakan. Semakin banyak wisatawan yang melirik dan berkunjung," ujarnya.

Evie menyatakan akan mengoptimalkan tugasnya untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Sleman yakni terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem E-Government menuju Smart Regency (kabupaten cerdas) pada tahun 2021.

Selain itu, akan mewujudkan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Juga meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat serta penanggulangan kemiskinan. Tak kalah pentingnya memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumberdaya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan. 

Terakhir, meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.

Evie yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, sejak masih menempuh pendidikan SD (Sekolah Dasar) sudah senang dunia tulis-menulis.

Pada saat menempuh pendidikan SMP dan SMA, rajin menulis di mading (majalah dinding). Selain itu, ibu dua putera ini pengagum tiga penulis: NH Dini, Taufik Ismail, dan Yasunari Kawabata.

Bagi dia, NH Dini menulis tentang perubahan nilai dan sikap perilaku orang Indonesia. Sedangkan Taufik Ismail dalam tulisannya sarat dengan kritik sosial dan relijius. Adapun Yasnuari Kawabata, cenderung memotret perubahan budaya masyarakat Jepang saat bersinggungan dengan nilai budaya barat.

Disampaikan Evie, sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu perhatian dan fokus pengembangan Pemerintah Kabupaten Sleman. "Fashion, kuliner dan industri pendukungnya yang merupakan sektor ekonomi kreatif juga akan menjadi perhatian pemerintah kabupaten Sleman," papar Evie. 

Kabupaten Sleman yang telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif dalam subsektor film animasi dan video, diharapkan dapat menjadi penggerak bagi tumbuhnya 15 subsektor industri kreatif yang lain di antaranya fashion, art dan mendukung pada gaya hidup.

Apa yang dimiliki Kabupaten Sleman, baik potensi wisata budayanya menjadi guidance bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman. "Harapan kami, tentunya akan semakin banyak mendapat dukungan dari pihak-pihak yang memang terlibat di dalam industri di Sleman," papar Evie.

Meski di tempat lain yang sudah tidak mengurusi dunia pariwisata, Evie bertekad akan mengembangkan kawasan Lava Bantal menjadi destinasi wisata unik.

Menurutnya, daya tarik lava bantal kian kuat lantaran banyak destinasi wisata populer lain di sekitarnya. Sebut saja Embung Tegaltirto, Candi Abang, Candi Ijo, dan Tebing Breksi, serta masih banyak lagi. 

Inilah yang membuat Evi, sapaan akrab Shavitri, meyakini Lava Bantal sebagai destinasi potensial. Apalagi jika bisa disinergikan dengan seluruh destinasi yang ada di wilayah timur Kabupaten Sleman tersebut. Terlebih, Lava Bantal telah diakui secara nasional. (Affan)

 

 

 

 

 

 

 


share on: