Awas! Banyak Pialang Ilegal, RFB Beri Kiat Hindari Investasi Bodong

share on:
Dewi Diananingrum, Kepala Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Yogyakarta.

Yogyapos.com (YOGYA)  - Anda tertarik berinvestasi? Sebaiknya teliti terlebih dahulu bila ada tawaran investasi yang menawarkan hasil yang menggiurkan. Bisa jadi itu investasi bodong. “Pastikan dulu pialang yang menawarkan investasi sudah terdaftar resmi dan tidak melanggar regulasi Bappebti,” kata Dewi Diananingrum, Kepala Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Yogyakarta.

Baru-baru ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan telah memblokir ribuan situs pialang illegal. Pemblokiran terkait dengan banyaknya investasi bodong yang merugikan dan meresahkan masyarakat.

Namun demikian praktek penawaran investasi bodong tersebut masih banyak bermunculan di tengah masyarakat. Oleh karena itu dirasa perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terbujuk rayuan investasi bodong.

“Kami berharap lewat rekan media, masyarakat akan menjadi paham seluk beluk dunia investasi,” kata Dewi dalam media gattering di Kenes Bakery dan Resto, Gejayan, Selasa (7/6/2022).

Menurut Dewi, ada beragam modus yang dilancarkan para pialang illegal. Salah satunya menawarkan investasiber bentuk kontrak berjangka atau asset kripto. Model seperti itu, bisa jadi modus investasi palsu berbentuk member get member, skema Ponzi, skema piramida atau money game. Mereka memutar dana anggota tanpa melalui transaksi di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK).

Dewi menjelaskan, mereka biasanya menjanjikan income pasti, profit sharing dan keuntungan tinggi. “Prinsipnya investasi terdapat potensi untung, tapi tetap ada risiko, jadi harus hati-hati melakukan investasi di PBK, pastikan pialangnya terdaftar di Bappebti dan tidak melanggar regulasi,” ujar Dewi.

Sesuai aturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2021 tentang penerimaan nasabah secara elektronik online di Bidang Perdagangan Berjangka Komodiiti, pialang dalam melakukan pemasaran harus menyampaikan profil perusahaan, resiko perdagangan m pemberi anamanat, peraturan perdagangan .dan sebagainya.

”Jadi nasabah harus jeli dan kritis mau menanyakan hal tersebut kepada pialang yang menawarkan investasi,” tandas Dewi. (Ggn)

 

 


share on: