Aris Arif Mundayat: Bumdes Bisa Jadi Pionir Segoro

share on:
Aris Arif Mundayat dalam diskusi Ngopi Senja di Pawon Senja || YP-Dok Embung Senja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pandemi Covid-19 menyadarkan kita tentang posisi dan peranan desa. Selain mampu bertahan dengan sistem pertaniannya, desa menyediakan sistem sosial yang bisa dijadikan model untuk menggerakkan perekonomian. Sebagai salh satu pilar penggerak ekonomi desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bisa meningkatkan dan memainkan peranannya sebagai fasilitator sekaligus agregator atas ketersediaan potensi dan peluang.

Demikian disampaikan Aris Arif Mundayat PhD dalam diskusi Ngopi Senja#1, di Pawon Senja kompleks Embung Senja Tirtoadi Mlati Sleman, Selasa (15/9/2020) sore. Dalam diskusi yang dihadiri para direktur Bumdes di Sleman itu, Aris melontarkan gagasan tentang sistem ekonomi gotong royong yang berbasis desa. “Budaya gotong royong yang telah mengakar dalam tradisi budaya bangsa menginspirasi kita untuk mendesain sistem perekonomian yang tangguh dan adil. Kita bisa dari sejarah Majapahit yang menempatkan desa sebagai pilar utama ekonomi,” ujar sosiolog ini.

Diuraikan Aris, sistem ekonomi gotong royong (SEGORO) ini sesungguhnya ekonomi pasar Pancasila yang berbasis pada prinsip yang inklusif, berbasis pada rasa kebersamaan, kerja sama, dan berbagi keuntungan, serta negosiasi dalam menerima keuntungan dan menanggung kerugian. Sebagai sistem kebersamaan maka perlu dibangun dalam konteks jaringan.

“Di situlah letak arti penting Bumdes yang memang didesain untuk mampu menggerakkan potensi dan jaringan. Bumdes, BUMD, dan BUMN harus menjadi jaringan yang saling mengisi dan menguatkan untuk mengangkat produksi desa ke level yang lebih luas,” ungkap dosen Jurusan Sosiologi UNS ini.

Dijelaskan, filosofi dan komitmen perlunya digerakkan SEGORO antara lain untuk membangun Indonesia dari desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi arus tenaga kerja ke luar dari desa ataupun ke luar negeri.

“Melalui strategi ini, pencapaian kesejahteraan melalui penghasilan dasar sangatlah penting untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga, sekaligus menjadi dasar dari ketahanan bangsa,” tandasnya.

Sementara itu, selaku fasilitator Direktur Bumdes Tirtamas, Wahjudi Djaja, menyambut baik dan antusias atas upaya untuk menempatkan Bumdes sebagai pilar utama sistem ekonomi gotong royong.

“Bumdes bisa mengajak keterlibatan secara aktif dan proporsional kelompok ekonomi yang sudah mapan untuk bersama-sama membangun ekonomi nasional berbasis gotong royong. Sleman kaya dengan produk agraris dan UMKM, menarik jika bisa terserap ke beragam jenis usaha yang berskala besar. Kami berharap agar pemerintah bisa menangkap peluang ini,” tandasnya.

Diskusi Ngopi Senja digelar sebagai upaya untuk sama-sama mencari solusi atas masalah pedesaan seperti ekonomi dan pariwisata. Digelar rutin setiap bulan dengan melibatkan beragam narasumber dan pemangku kepentingan. (Iud)

 

 

 


share on: