Antisipasi Kemarau dan Lebaran, Berikut Antisipasi PDAM Sembada

share on:
Direktur PDAM Tirta Sembada, Dwi Nurwata || Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - PDAM Tirta Sembada tengah mempersiapkan sejumlah skema antisipasi "booming" atau lonjakan penggunaan air bersih menjelang dan sesudah Lebaran 2021, sekaligus langkah antisipasi terjadinya kekeringan menjelang musim kemarau. Sehingga dari total pelanggan sebanyak 40.100 dapat terlayani dengan optimal dan nyaman dalam menggunakan air.

“Pengalaman tahun yang lalu, saat lebaran tingkat penggunaan semakin meningkat, khususnya H-7 dan H+7, maka PDAM Sleman saat ini sedang menyiapkan langkah antisipasi,” jelas Direktur PDAM Tirta Sembada, Dwi Nurwata kepada yogyapos.com, di Kantornya Jalan Parasamya Tridadi Sleman, Jumat (30/4/2021).

Sejumlah kesiapan yang dilakukan, beber Dwi, diantaranya akan menambah debit cadangan produksi air yakni akan dioptimalkan sumber dari sumur-sumur yang selama ini belum dimanfaatkan.

“Saat ini kita dari jumlah  pelanggan sebanyak 40.100, kita ada debit 470 liter per detik, tapi menurut perhitungan kita dengan kapasitas debit sebanyak itu kemungkinan masih aman. Yang kedua kita menyediakan mobil genset untuk antisipasi jika terjadi pemadaman listrik agar layanan tidak terggangu,” ungkapnya.

Langkah lain, kata dia, pihaknya juga menyiapkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang akan difungsikan jika terjadi ganguan sehingga siap untuk melaksanakan perbaikan secepatnya.

“Opsi yang terakhir kita juga akan menyediakan mobil tangkai sebanyak dua unit, kalau terjadi emergensi, kita bisa melakukan tindakan secara cepat dengan mengopersikan unit mobil tangki ini,” jelasnya.

Terkait, saat memasuki musim kering yang kebegulan bersamaan dengan masa Lebaran, kata dia, menurut pengalaman yang lalu ada penurunan debit produksi air pada kisaran 5 hingga 10 persen. Dia juga menghimbau kepada masyarakat pelanggan untuk dapat mengguakan air bersih secara bijak.

“Saat memasuki musim kemarau, terjadi penurunan debit produksi air rata-rata 7 persen, antisipasinya diantaranya kita tambah debit 50 liter per detik dan akan dioptimalkan SPAM Regional, semoga nantinya dampak tidak terlalu signifikan sehingga tidak menggangu layanan. Kami berharap lebih arif dan bijak dalam penggunaan air secukupnya dan tentunya akan menghemat pajak,” tuturnya. (Eko Purwono)

 

 

 

 

 

 


share on: