Anak Muda Jangan Golput, Kenapa?

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN)  - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Yogyakarta mengatakan generasi muda harus berkontribusi nyata atau terlibat dalam kontestasi Pemilu 2024 nanti. Ia meminta generasi muda agar jangan golput atau tak tidak peduli terhadap Pemilu. 

BACA JUGA: Bertemu Timnas Pemenangan, Relawan AMIN di Banten Siap Raih 50 Persen Suara

Gunakan hak suara kita dengan sebaik-baiknya. Sejarah telah mencatat bahwa peran pemuda sejak jaman pergerakan nasional memberikan kontribusi besar terhadap kemerdekaan RI. Di Era Orde Lama (Orla), Orde Baru (Orba), reformasi dan demokrasi, pemuda selalu mengambil bagian sebagai penentu utama pembangunan bangsa.

BACA JUGA: Sudirman Said: Penguasa Sedang Tuna Malu, Mengangkangi Nalar

"Pemuda wajib memilih pemimpin yang memiliki kapasitas dan gagasan besar untuk Indonesia yang adil makmur dan sejahtera,” ujar Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta Solihul Hadi SH MKn dalam sebuah acara panggung yang bertemakan ‘Muda Bawa Perubahan’, di Galeri Art Saptohoedojo, Minggu (10/12/2023) . Turut sebagai narasumber dalam acara ini Hanum Salsabila, Caleg Partai Ummat DIY.

Narasumber bersama panitia || YP-Yuliantoro

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh AB-Ningrat Indonesia, Solihul Hadi yang juga Caleg PKB DPRD kota Jogja No 1 Dapil 5 Umbulharjo Kotagede, menyuarakan pesan penting mengenai peran generasi muda dalam konteks Pemilihan Umum 2024. Dikatakannya, pemuda harus ikut mengawal proses politik ini agar tidak terjadi money politik di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA: Aturan Seleksi Nasional PMB 2024 Berubah, Begini Penjelasannya

“Saya ingatkan, jangan gadaikan idealisme gagasan  para pemuda lima tahun ke depan hanya dengan nominal yang tidak sepadan dengan proses kemajuan bangsa ini,” tandasnya.

Ia menegaskan, ke depan oligarki harus berada dibawah pengaruh Negara dan Pemerintah. Jangan, sebaliknya seperti yang terjadi saat ini dimana oligarki memiliki kekuasaan mengatur pemerintah. Bahkan bisa mempengaruhi dalam pemilihan pemimpin. Pemimpin bangsa harus memiliki kriteria rajulun sholih (orang sholeh) sehingga ke depan mereka bisa betul-betul menjaga amanah 260 juta rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Ferdinand Mirkovic Siap Riis 'Hari Ini, Esok dan Nanti' Bersama Senada Digital

“Dalam Pilpres saat ini, ada tiga paslon calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapres). Salah satu pasangan itu Anies Baswedan- Muhaimin Isakandar atau yang disingkat AMIN. Menurut saya, AMIN lah yang tepat,” ujarnya.

Dikatakan nya pula, bahwa momentum 2024 ini adalah dimana bersatunya dua kekuatan besar yaitu NU dan Muhammadiyah yang menyatu dalam barisan AMIN atau bersatunya dua ormas Islam ini yg kita sebut sebagei poros tengah dulu pernah terjadi pada tahu 1999, maka Februari 2024 nanti perlu untuk kita ulang sejarah tersebut dengan memenangkan Anies Baswedan-Muhaimin (AMIN).

BACA JUGA: Tips Memulai Usaha di Era Digital ala Sevima

Kegiatan panggung aspirasi dan kreasi Muda Bawa Perubahan yang mengusung tema 'Melangitkan Harapan Anak Muda Dengan Melukis’ diikuti kalangan anak muda dari Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Nasyiatul Aisyiyah (Muhammadiyah) di Yogyakarta yang tergabung dalam AB Ningrat Muda berkolaborasi memenangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

BACA JUGA: Antisipasi Kecurangan, Puluhan Advokat Yogya Bentuk Tim Siaga Kawal Pemilu 2024

Dukungan kawula muda dari dua sayap ormas Islam terbesar di Indonesia ini diwujudkan melalui kegiatan talk show, melukis di atas kain 15 meter hingga pembacaan deklarasi dukungan untuk AMIN. (Tor) 

 


share on: