Aksi Massa di Malioboro, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

share on:
Aparat Polresta Yogya memberi keterangan dan menunjukkan kepada wartawan sebagian terduga pelaku kerusuhan || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Polreeta Yogyakarta mengamankan 95 orang yang diduga terlibat perusakan saat demonstrasi massa menolak Omnibus Law di Malioboro Yogyakarta, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 4 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Yogya, AKP Riko Sanjaya menyatakan 4 tersangka yang menjadi provokator kericuhan dan berujung perusakan adalah IM (16) warga Bantul, SB (16) warga Ngampilan, LA (17) warga Danurejan dan CF (19) warga Suryatmajan. Sedangkan bagi 91 orang yang lain dikembalikan kepada orangtua/keluarga untuk dilakukan pembinaan. Dan harus mengikuti apel rutin ke Polresta Yogya.

Disebutkan, 4 tersangka tersebut melakukan perusakan di Pospol Gardu PLN, mencabut besi anim, melempar botol berisi bensin. “Sementara baru 4 yang kami jadikan tersangka. Sedang kami dalami melalui CCTV dan keterangan sejumlah saksi di lokasi. Dari ke-95 diduga pelaku tersebut terdiri dari mahasiswa 36 orang, pelajar 32 orang, wiraswasta 16 orang dan pengangguran 11 orang. Sementara 3 orang dirawat di RS Bhayangkara,” kata AKP Riko dalam jumpa pers, Jumat (9/10/2020) sore.

Lanjutnya, pihak Polresta Yogya juga telah melakukan rapid test terhadap ke-95 perusuh. 94 negatif dan 1 orang reaktif. “Untuk yang reaktif kami kembalikan kepada keluarga untuk isolasi mandiri. Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah 1 pasang sepatu, 1 celana panjang, 1 besi panjang 1,5 meter, 1 jaket, 1 botol air mineral 300ml dan 1 botol air mineral 600ml,” imbuh AKP Riko didampingi Kasat Binmas Kompol Kodrat.

Pasal yang disangkakan kepada para tersangka yakni Pasal 170 KUHP yang dengan sengaja dimuka umum melakukan tindak pengrusakan barang atau kekerasan terhadap orang lain, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Kemudian Pasal 406 KUHP yang sengaja melawan, membinasakan, merusak barang milik orang/instansi, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara. Lalu Pasal 187 KUHP yang dengan sengaja menimbulkan ledakan atau kebakaran dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. (Dol)

 

 


share on: