Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota Komisi C DPRD DIY, Dr Aslam Ridlo MAP, sangat menekankan agar progres pembangunan Jembatan Pandansimo Jalur Jalan LIntas Selatan (JJLS) Srandakan Bantul sesuai target.
“Jembatan yang melintang di atas Muara Sungai Progo dan menghubungkan Srandakan Bantul dengan Brosot Kulonprogo ini pembangunanya dijadwalkan selesai akhir Maret 2025. Kami sangat berharap selesai tepat waktu,” tandas Aslam Ridlo MAP, saat melakukan kunjungan Komisi C DPRD DIY ke lokasi pembagunan Jembatan Pandansimo, Kamis (16/1/2025).
BACA JUGA: Sempat Dihadang Massa, PN Bantul Eksekusi Pengosongan Tanah dan Rumah di Canden
Ketepatan waktu pengerjaan sangatlah baik, dan tentu banyak manfaatnya. Satu hal penting yakni mulai dapat difungsikan saat Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Selain memudahkan akses lalu lintas bagi para pemudik ke dan dari Bandara International Kulonprogo juga dapat dimanfaatkan untuk jalur lalu lintas oleh masyarakat secara keseluruhan.
“Hal itu mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur lain sehingga dapat meminimalisir jumlah kecelakaan lalu lintas di jalur lain. Infrastrutur itu juga mendukung pariwisata dan perekonomian di Bantul dan Kulonprogo bahkan DIY,” urainya.
BACA JUGA: Hakim PN Sleman Putuskan Menolak Praperadilan, Penyitaan Barang Dugaan TPPU Dinyatakan Sah
Diketahui, panjang Jembatan Pandansimo sekitar 600 meter. Panjang kawasan jalan sisi timur (Bantul 1 km dan disisi Barat Kulonprogo 1 km. Di sisi kanan dan kiri juga dilengkapi jalur untuk pejalan kaki sehingga representatif.
Anggaran pembangunanya sekitar Rp 800 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembagunannya dilakukan oleh Pemerintah Pusat.
Pengamatan yogyapos.com bahwa kawasan Muara Sungai Progo yang kini merupakan lokasi pembagunan Jemban Pandansimo dulu dikenal sebgai daerah rawa-rawa dan sepi. Dengan adanya jembatan tentu menjadi nampak ramai. (Spd)
