Akhir Lusono Bersyukur Kiprahnya Sebagai Penyiar Terdeteksi KPID DIY

share on:
Dr AKhir Lusono SSn

Yogyapos.com (YOGYA) - Anugerah Penyiaran yang akan dihelat pada 10 November 2025 di Auditorium Universitas Amikom Yogyakarta membuat Budayawan Akhir Lusono merasa tersanjung. Pasalnya malam itu pria kalem yang banyak kiprah di dunia penyiaran serta seni budaya menjadi salah satu sosok yang mendapatkan anugerah tersebut.

BACA JUGA: Hajatan Akbar 'Meneroka Spirit Profetik' Tandai 45 Tahun Teater Eska

Kiprahnya di dunia penyiaran sejak tahun 1992 mendapatkan apresiasi. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Yogyakarta memilihnya sebagai tokoh penyiaran bidang tokoh Budayawan.

"Bagaimana pun ada rasa bangga. Kiprah saya terdeteksi. Ternyata ada yang mengamati. Memang beberapa hal telah saya perbuat di dunia penyiaran. Walaupun saya tak pernah berpikir di kemudian hari ada yang meneropong. Dan menetapkan saya sebagai penerima anugerah. Saya bersyukur kepada Allah SWT,” ujar Akhir Lusono kepada yogyapos.com, Jumat (10/10/2025).

Pria kelahiran 55 tahun yang lalu ini memang layak mendapatkan anugerah. Bukti nyata dan testimoni dari koleganya memang membuat komisioner mantab memutuskan Akhir Lusono mendapatkan Anugerah Penyiaran.

BACA JUGA: Ada Marcella Zalanty! Saksikan 'Tukar Takdir' di Bioskop, Tayang Sejak 2 Oktober

Akhir Lusono lahir pada 25 Oktober 1970, di Dusun Gondang, Ngawis, Karangmojo, Gunungkidul. Awalnya berprofesi sebagai penyiar dan reporter Radio Arma Sebelas Yogyakarta. Disamping bersiaran dan reportase, Akhir panggilan akrabnya ini juga menjadi penulis naskah Sandiwara Radio, bahkan sesekali menyutradarai.

Akhir Lusono dan istri || YP-Ist

Alumnus Strata Tiga Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga pernah menjadi pembaca berita berbahasa Jawa di Jogja TV dan membuat acara pembacaan geguritan yang tayang setiap hari Minggu pag. Selain itu pernah memandu acara Kuis Cangkriman di TVRI Yogyakartai.

BACA JUGA: Rvv Music Jogja Juara 1 Festival Ngamen Piala Panglima TNI di Jakarta

Alhasil, Akhir Lusono menjadi senior di Radio Vedac 99 FM. Disisi lain menjadikan warna Radio Vedac 99 FM bersiaran dengan corak seni budaya yang kental. Sampai sampai tagline sapaan untuk pendengar pun yakni pecinta seni budaya.

Kini pria dengan tinggi badan 172 cm dan berberat badan 85 kg tersebut memetik hasilnya. KPID DIY yang di komandani Hazwan Iskandar Jaya SP CMed MM manghadiahinya sebagai tokoh budayawan. 

"Bagi saya berproses, bergerak, berbuat dan do something is important than nothing. Dihargai atau tidak yang terpenting nawaitunya. Jadi memang syukur Alhamdulillah kalau ada yang menghargai," tukas budayawan yang seringkali didapuk pula sebagai MC hajatan pernikahan dan sejenisnya.

BACA JUGA: Titiek Soeharto Dukung Akselerasi Hilirisasi Produk Olahan Susu

Surat bernomor 500.12.6/259/KPID/IX/2025 dari KPID DIY yang diterimanya beberapa waktu lalu menjadi penanda bahwa berkarya tanpa secara intens akan menuai hasilnya. Komitmen, kerja keras, kerja tuntas dan konsisten adalah proses yang kemudian hasilnya tidak akan terkhianati.

Maka Akhir Lusono semakin yakin pada adagium populer bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Semoga dengan Anugerah ini semakin giat untuk memajukan kebudayaan Jawa khususnya. (Met)


share on: