Ahli Waris Eks Bioskop Indra Tangkis Pernyataan Sekda DIY

share on:
Sukrisno Wibowo, Ahli Waris eks Bioskop Indra menunjukkan bukti kepemilikan || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (YOGYA) - Putusan Peninjauan Kembali (PK) No 73/PK/TUN/2020 dalam perkara sengketa antara ahli waris pemilik eks Biskop Indra dengan Pemda DIY dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang belum berakhir. Sebab ahli waris telah mengajukan peninjuan kembali (PK) atas putusan tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan ahli waris pemilik Esk Bioskop Indra, Sukrisno Wibowo kepada sejumlah wartawan, di Jalan Tamansiswa Yoguakarta, Rabu (19/5/2021). Baginya, pernyataan Sekda DIY sehari sebelumnya yang mengklaim lahan dan bangunan Eks Bioskop Indra sebagai hak Pemda DIY merupakan upaya pembentukan opini publik yang tidak mendasar.

“Putusan PK di atas mengandung pengertian multi tafsir karena dalam pertimbangan putusan teraebut Pemohon PK diminta membuktikan hak keperdataannya (hak privilege) yang harus dibuktikan dulu di peradilan umum,” tegas Sukrisno Wibowo.

Sehingga, kata Sukrisno, Pemohon PK yaitu Menteri ATR/Kepala BPN dan Pemda harus membuktikan dulu. Sebaliknya Sukrisno menyatakan

telah memiliki bukti kepemilikan Eigendom Verponding 504 yang dijadilan saham di NV JBBM, dan saat ini seluruh saham dipegang ahli waris.

Juga Putusan Pengadilan No 19/Pdt.G/2007 PN Yk tertanggal 1 Oktober 2007 Jo No 08/Pdt/2008/PT Yk tertanggal 30 April 2008 Jo No 2081 K/Pdt/2008 tanggal 27 Juli 2010 telah mempunyai kekuatan hukum tetap. “Putusan  PN tanggal 1 Oktober 2007 tersebut menegaskan bahwa harta-harta termasuk Bioskop Indra adalah harta NV JBBM yang merupakan milik ahli waris. Dalam hal ini adalah hak kami selaku ahli waris,” ungkapnya.

Sukrisno merasa perlu menangkis pemberitaan yang bersumber dari Sekda DIY, terutama guna menyelamatkan hak-haknya selaku ahli waris. Selain itu agar publik, termasuk para pedagang kaki lima memahami bahwa klaim Pemda DIY tidak benar. (Met)


share on: