Ahli Waris Almarhum Guntur Digugat Rp 1,5 M, Advokat Rudi Menyayangkan Pemberitaan

share on:
Rudi Hermanto SH (kanan) didampingi anggota timnya usai sidang || YP/Ismet

Yogyapos.com (YOGYA) – Advokat Rizal Putranto SH selaku kuasa hukum Jaka Muktiono Prio akhirnya melayangkan gugatan wanprestasi disertai tuntutan ganti rugi Rp 1.518.000.000 terhadap tujuh ahli waris almarhum Guntur Atmaji SH.  Ketujuh tergugat masing-masing Mujinah (ibu almarhum), Ita Nanun (saudara), Kokok Sudan (saudara), Sigit Andi (saudara), Hapsari Sinta (saudara), Erlia Risti SE (istri) dan Artalia (anak, dalam pengampuan).

Dalam sidang perdana gugatan dipimpin hakim ketua Agus Nazzarudinsyah SH berlangsung di PN Yogya, Rabu (29/5/2019), dihadiri kuasa hukum penggugat dan kuasa hukum tergugat VI. Sedangkan tergugat lain tak tampak dan belum diperoleh keterangan kenapa mereka tidak hadir di persidangan.

“Karena para pihak belum hadir maka sidang kami tunda,” ujar hakim yang rencanakan akan menggelar kembali persidangan pada 29 Juni 2019. Panitera akan memanggil lagi para tergugat untuk hadir ke persidangan lanjutan.

Rizal Putranto kepada yogyapos.com mengungkapkan, almarhum Guntur adalah suami dari tergugat VI Erlia Risti SE yang dikaruniai seorang anak (tergugat VII), seorang ibu (tergugat I) dan empat saudari/i (tergugat II-V) yang semasa hidupnya berteman sejak kuliah dengan penggugat. Pada Juli 2018 tergugat mengaku terkendala keuangan untuk mengembangkan bisnis propertinya, kemudian meminjam uang Rp Rp 986.000.000 kepada penggugat .

Sebagai jaminan pengembaalian utang, almarhum menyerahkan 2 lembar cek Rp 450 juta dan Rp 603.462.500 tertanggal 24 Desember 2018 kepada penggugat. Cek ternyata tidak bisa diuangkan karena belum ada depositonya. Hasil konfirmasi, akhirnya almarhum membuat surat pengakuan hutang yang sudah diwarmaking oleh notaris Indra Zulfrizal tanggal 7 Januari 2019, yang pada pokoknya dijanjikan bahwa utang akan dibayar pada 7 April 2019. Tapi sebelum utang tersebut dibayarkan, Guntur meninggal dunia pada Februari 2019.

Setelah lewat 40 hari sepeninggalan almarhum, penggugat melakukan pemberitahuan sekaligus musyawarah,dengan tergugat VI yang dijanjikan akan dilakukan penyelesaian. Namun janji penyelesaian itu buntu, sehingga dilayangkan somasi hinga tiga kali.

“Karena belum ada tanggapan yang positif, kami ajukan gugatan ini,” tegas Rizal.

Dalam gugatan itu penggugat juga minta kepada majelis hakim untuk mengabulkan sita jaminan atas 3 bidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Dr Sutomo Yogya dan 2 di Wonosari, serta pembayaran bunga Rp 300 ribu sehari untuk setiap keterlambatan pembayaran.

Sementara Rudi Hermanto SH selaku kuasa hukum tergugat VI menyatakan akan menjawab gugatan jika sidang sudah memasuki pokok perkara. Pihaknya juga minta wartawan untuk menanyakan kenapa penggugat hanya melayangkan somasi hanya kepada kliennya yakni tergugat VI. Padahal dalam gugatan dicantumkan lebih dari satu tergugat.

Sejak awal, papar Rudi, kliennya sudah ingin menemukan solusi yang terbaik atas persoalan yang muncul. Itikad baik ini setidaknya bisa dilaksanakan dengan menunjuk dirinya sebagai kuasa hukum atas persoalan tersebut.

“Bahkan awal somasi kami melakukan komunikasi dengan kuasa hukum penggugat. Tapi lagi-lagi itikad baik itu disambut dengan masifnya pemberitaan di media massa cetak dan online yang mendiskreditkan klien kami,” tukas advokat senior ini, agak meninggi. (Met)


share on: