Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) menghindari sikap oposisi terhadap Pemerintah Kalurahan (Pemkal) melainkan harus menjadikannya mitra.
Imbauan tersebut disampaikan Abdul Halim Muslih, dalam sambutan acara pengambilan sumpah /janji Bamuskal Se-Kepanewon Sewon periode 2024/2026, di Rumah Kampung Jalan Yogya-Bantul, Kamis (4/1/2024).
BACA JUGA: Ke Tegal, Presiden Kunjungi Pabrik Teh Tong Tji di Slawi
Menurut dia, secara kelembagaan kedudukan dan fungsi Bamuskal merupakan lembaga pertimbangan Pemkal dalam memberdayakan wilayah dan masyarakatnya. Penguatan kemitraan sangat dibutuhkan guna mendukung dan mengiplementasikan program.
“Bantul oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X dijadikan teras DIY, ngungkuri argo (membelakangi gunung) dan ngadepi segoro (menghadapi laut). Ini arahnya untuk mendorong kemajuan Bantul,” tambahnya.
BACA JUGA: Relawan Rekat Bantu Perbaikan Rumah Warga Pasca Bencana Hujan dan Angin Kencang
Abdu Halim menyarankan agar Bamuskal profesional maka harus meningkatkan referensi tentang kepemerintahan. Salah satu contohnya peraturan tentang keuangan.
Sedangkan Bamuskal yang diambil sumpah janji meliputi Kalurahan Pandowoharjo, Bangunharjo, Panggungharjo dan Pandowoharjo. Jumlah personel Bamuskal setiap Kalurahan sebanyak 9 orang. Pengambilan sumpah/janji dilakukan oleh Panewu Sewon, Hartini SIP MM disaksikan ratusan tamu undangan.
BACA JUGA: Catatan Didik J Rachbini: Rizal Ramli, Selamanya Oposisi untuk Menjaga Demokrasi
Pada kesempatan itu, Lurah Bangunharjo M Hanif Haibar SPd, mengungkapkan harapannya agar Bamuskal dapat melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangannya.
“Pembentukan Bamuskal ini menggembirakan. Sebab memajukan wilayah memerlukan kebersamaan. Bamuskal dijadikan mitra agar memudahkan Pemkal dalam membangun wilayahnya,” tandas Hanif. (Spd)
