94 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang

share on:
Salah satu bangunan milik warga yang diterjang angin kencang, Jumat (30/10/2020) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Angin kencang (puting beliung) yang berkarakter menerjang 94 rumah penduduk di Desa Srimartani Kecamatan Piyungan Bantul, Jumat (30/10/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Selain itu juga mengakibatkan belasan pohon dan papan nama  di Piyungan, Dlingo dan Sewon roboh dan rusak.

Hingga kini para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul dan relawan  masih mengevakuasi pohon, papan nana dan kerusakan rumah yang ada.

“Semoga tak ada angin kencang susulan. Itu sebabnya kami segera melakukan antisipasi, termasuk membereskan puing-puing bencana,” kata seorang petugas dari Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Budiman, saat mendampingi Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto kepada yogyapos.com, Sabtu (31/10/2020).

Menurutnya, tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Tapi mengenai jumlah kerugaian belum bisa diketahui secara pasti dan masih dalam pendataan lebih lanjut.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabuten Bantul. Selain itu juga sudah diketahui oleh BPBD DIY. Diharapkan Pemkab Bantul segera melakukan rapat koordikasi untuk menentukan langkah yang akan dilakukannya terkait dengan akibat dampak bencana. Salah satunya menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

“Bantul memang cukup rawan bencana angin kencang, banjir dan  langsor pada saat musim hujan. Maka warga dibimbau untuk bersikap hati hati dan waspada,” kata Budiyanto.

Dikatakan yang rawan angin kencang hampir semua tempat (tidak bisa diprediksikan). Sedangkan yang rawan tanah longsor adalah wilayah Piyungan, Imogiri dan Pajangan. Wilayah yang dikategorikan rawan banjir Imogiri, Kretek dan Srandakan. (Supardi)

 


share on: