33 Karya dalam Kombinasi Rasional dan Instingtif

share on:
Sejumlah karya seniman yang menghiasi Museum Sonobudoyo || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Lini pamer seni rupa menjadi program yang selalu dinanti oleh para penikmat seni. Kali ini FKY 2020 menghadirkan 33 seniman lintas multi disiplin. Seperti lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual dan performance. Karya seni rupa ini bisa dinikmati secara daring dan luring. Bertempat di Museuum Sonobudoyo.

Kurator FKY 2020 Lisistrata Lusandiana mengungkapkan, karya para seniman yang dipamerkan berangkat dari semangat Akar Hening di Tengah Bising. Pemilihannya pun melalui pertimbangan yang mengkombinasikan unsur rasional dan instingtif. 

"Kami memilih para seniman ini karena melihat greget karyanya, stamina dalam berkaryanya, karyanya itu sendiri, laku kekaryaannya, serta statement dan cerita dari karya itu," ujar Lisis dalam siaran persnya, Kamis (249).

Lanjut Lisis, setiap seniman memang punya keunikan tersendiri dalam setiap karyanya. Ada unsur sederhana dan puitis yang coba disampaikan ke penikmat seni.

“Perhelatan kali ini lebih menantang, selain memberlakukan konsep baru dalam kunjungannya, juga ada beberapa karya yang 'challenging', karena estetikanya hadir melalui komunikasi antar manusia, bukan di ruang pameran.

Salah satu seniman yang berpartisipasi Chandra Rosellini mengaku senang dapat bergabung dalam pameran kali ini. “Ini pertama kalinya saya bisa bergabung dalam event besar seperti FKY. Dan saya menceritakan tentang identitas saya yang lahir berbeda dari orang pada umumnya. Kesan depresif dan tidak bisa mengontrol diri sendiri nampak dalam karya saya. Saya melukis dengan arang dipadukan dengan pensil dan cat air di atas kanvas,” ujar Chandra.

Sedangkan The Freak Show Men menampilkan seni pertunjukan yang berjudul Piknik Seru Rabu Sore pada 23 September 2020. Mereka mencoba mengkritisi isu dalam kehidupan sosial saat ini, seperti soal kebersihan, persoalan lingkungan, juga tentang keribetan orang saat akan menikmati makanannya. 

“Ini menjadi sindiran bagi pengunjung pameran seni rupa yang kebanyakan datang ke pameran hanya untuk berfoto kemudian pamer di sosial media, namun tidak benar-benar menikmati karya-karya tersebut,” ungkap Babam, koordinator The Freak Show Men.  (Fadholy)

 

 

 


share on: