2 Warga Terluka , Relawan Masih Gotong Royong Bersihkan Sisa Longsor di Ngablak

share on:
Sejumlah rumah warga tampak tertimpa tanah longsor di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sekitar 100 warga dan relawan masih bergotong royong membersihkan linet (sendemi) tanah longsor yang terjadi di Ngablak RT 05 Sitimulyo Piyungan Kabupaten Bantul. Longsor tebing jalan setinggi 10 meter, panjang 20 meter dan lebar 1,5 meter ini terjadi pada Kamis (7/1/2021) sore.

Akibat longsor menimpa 2 rumah warga dan melukai beberapa anggoa keluarga menimbulkan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 77 juta.

Pemantauan yogyapos.com, Jumat ( l8/1), menunjukkan warga dan relawan bersemangat saling bahu membahu menyingkirkan tanah longsor. Meski sempat ditingkah gerimis, mereka tetap menjalankan aktivitasnya berusaha membersihkan sisa-sisa tanah yang menutup sebagian bahu jalan.

Ngatijan (55) selaku Ketua RT 05 Ngablak, menyatakan pihaknya mengupayakan agar limet segera  bisa diangkat dari lokasi dipindah ke jurang yang ada di sebelah selatan lokasi kejadian.

“Yang kelongsoran adalah rumah hunian milik Suraji (39) dan Sumadi (43). Bagian dinding dan dapur rumah kelongsoran dan rusak dengan kerugian sekitar Rp 25 juta,” tuturnya.

Menurutnya, yang terdampak kejadian bencana ini ada 8 jiwa dari tiga Kepala Keluarga (KK). Kejadian, sore kemarin hujan lebat cukup lama sekitar 1 jam.  Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan tanah longsor menimpa rumah.

Sebelum kejadian penghuni masih berada di dalam rumah, mereka sedang belajar. Sesaat kemudian terdengar suara gemuruh, dan teenyata terjadi longsor dari belakang atas rumahnya. Saat korban masih dalam kamar sedang belajar langsung dievakuasi oleh keluarga dan warga.

Akibat kejadian itu Mey mengalami luka, belum bisa berjalan dan trauma. Sedangkan Widya menderita luka ringan dan trauma. “Kami mengharapkan agar ada kepedulian dari pihak pemerintah dan lainnya untuk memperbaiki bangket jalan dan rumah warga,” kata Ngatijan. Adapun bantuan yang dibutuhkan mendesak antara lain jadog (sembako), tempat tidur, selimut dan peralatan dapur. (Supardi)

 

 

 

 


share on: