Terkait Vonis Bebas Supriyanto, Memori Kasasi Jaksa Telah Diterima Mahkamah Agung

share on:
Kantor Kejari Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sleman resmi mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI, terkait putusan bebas murni Supriyanto terdakwa pemberian keterangan palsu.

Kasasi tersebut dilayangkan melalui Panitera Pengadilan Negeri (PN) Sleman dengan nomor W13.U2/4009/Hk.01/X/2021 pada 26 Oktober 2021. Kini telah diterima MA pada 3 Januari 2022 dan teregister dalam Nomor 60 K/Pid/2022. Dengan diterimanya memori ini maka putusan perkara pemalsuan keterangan pada akta otentik yang dilaporkan seorang orang tua murid terhadap Yogyakarta Independent School (YIS) kini ada di tangan MA.

“Putusannya kan bebas, maka kami mengajukan upaya hukum kasasi. Upaya hukum itu sesuai dengan jangka waktu yang diatur KUHAP setelah putusan yakni 28 September 2021. Kemudian memori kasasi kita ajukan pada tanggal 11 Oktober 2021, dan sekarang sudah teregitrasi di MA,” terang Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Sleman, Andika Ramadona SH di kantornya, Senin (24/1/2022).

Maka dari itu, tandas Andika, dengan diterimanya berkas oleh MA, hal ini menunjukkan keseriusan Kejari Sleman dalam menangani perkara, bahkan sampai tahap kasasi. Intinya bahwa kami serius untuk mengajukan kasasi terhadap perkara itu,” tandas dia.

Seperti pernah diberitakan, JPU Siti Muharjanti SH menuntut Bendahara YIS atas nama Supriyanto dengan pidana penjara selama 2 tahun, dengan dakwaan menyuruh atau memerintahkan orang lain untuk memasukkan keterangan palsu dalam suatu akta otentik sebagaimana diatur dalam pasal 266 ayat 1 KUHP.

Namun, Majelis Hakim PN Sleman yang diketuai oleh Adhi Satrija Nugroho SH dalam perkara ini memvonis bebas murni terhadap Bendahara YIS, Supriyanto pada Rabu (22/09/2021) silam.

Perkara ini berawal dari adanya laporan orang tua siswa bernama Ny Erika Handriati, dirinya menemukan dua nilai dalam ijazah yang sebetulnya belum pernah diajarkan mata pelajaran (mapel) tersebut kepada anaknya, dua mapel tersebut yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Atas kejadian ini Ny Erika melaporkan ke Polsek Mlati dan perkaranya bergulir ke persidangan. (Opo)

 


share on: