Zetta Septian, Anak Tukang Las Pencipta Aplikasi Covgone

share on:
Zetta Septian Nugroho Adhi || YP-Ist

Yogyapos.com (SEMARANG) - Semangat dan kerja keras adalah modal utama meraih cita-cita. Kata mutiara tersebut yang selalu dipegang teguh Zetta Septian Nugroho Adhi seorang remaja asal kampung Pelombokan Semarang Utara ini merupakan penemu aplikasi Covgone. Sebuah aplikasi yang dapat membantu masyarakat agar lebih  mudah mendapatkan informasi tentang vaksin Covid-19.

Zetta adalah sebuah remaja yang berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya yang Bernama Joni Christiono adalah seorang tukang las, sementara ibunya yang Bernama Ester Yuliani sehari-hari mempunyai usaha laundry rumahan. Meski demikian, Zetta punya cita-cita tinggi agar bisa menjadi pakar teknologi layaknya BJ Habibie. Untuk itu, sejak  masih belajar di SMK 8 Semarang, dia memendam cita-citanya. Karena kondisi keuangan keluarganya yang belum memungkinkan untuk menanggung biaya kuliah, membuat dia harus bersabar beberapa waktu 

Penemuan aplikasi Covgone bermula saat  dirinya melihat ada kesempatan memperoleh beasiswa Semesta dari lembaga Sevima. Berbekal keberanian dan tekad bulat, maka Zetta mengajukan diri untuk mengukikuti seleksai. Pada saat proses seleksi tersebut , Zetta membuat rancangan aplikasi sistem pendaftaran vaksin berbasis berbasis website. Ternyata aplikasi sederhana ini memikat panitia sehingga dia pun lolos mendapatkan beasiswa. 

“Aplikasi Covgone itu terinspirasi dari maraknya wabah Covid-19 yang sekarang sedang terjadi. Covgone Singkatan dari Covid Gone (Covid menghilanglah). Dengan aplikasi ini harapannya orang bisa daftar vaksin secara lebih mudah, fasilitas kesehatan menerima pendaftar juga lebih mudah, dan ada info tentang rumah sakit rujukan Covid yang API (informasinya) selalu terupdate dan terhubung database Kemenkes,” ujar Zetta, Rabu (28/7/2021), CEO PT Sentra Vidya Utama (Komunitas SEVIMA) Sugianto Halim MMT dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi MM.

Selanjutnya Zetta menyampaikan, aplikasi COVGONE yang diciptakannya diakui masih mempunyai banyak kelemahan. Karena itu, pihaknya berencana akan lebih menyempurnakan aplikasi ini sehingga dapat bermanfaat bagi  masyarakat dan mampu  membantu pemerintah dalam menangani Pandemi COVID yang sedak terjadi. 

Zetta mengaku, membuat aplikasi bukan hal yang baru. Sudah ada beberapa aplikasi lain yang diciptakannya. Umumnya rata-rata membutuhkan waktu sebulan untuk pengerjaannya, namun untuk COVGONE ini cukup dikerjakan sehari saja. 

Sementara itu, CEO SEVIMA Sugianto Halim MMT mengungapkan, Zetta adalah satu dari lima anak yang memperoleh anugerah Beasiswa SEMESTA. Seluruh anak tersebut akan diberikan kesemptan berkuliah di Surabaya dengan biaya pendidikan untuk Zetta dan masing-masing peserta, senilai 55 Juta Rupiah. 

Selain berkuliah, mereka juga akan memperoleh kontrak kerja di bidang IT dan gaji bulanan. Dengan harapan para peraih Beasiswa SEMESTA, akan lulus kuliah dengan skillset yang lengkap baik secara teori maupun praktek di industri IT. 

“Beasiswa SEMESTA ini sudah kali ketiga digelar oleh SEVIMA. Diluncurkan kembali pada Mei 2021 lalu bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Gubernur Jawa Timur, beasiswa ini menjadi cara SEVIMA untuk membuka jalan bagi talenta-talenta terbaik Indonesia untuk meraih masa depan yang cerah di bidang IT, dengan total hadiah berupa uang tunai dan biaya pendidikan senilai tiga ratus juta rupiah,” ungkap Halim.

Senada, Walikota Semarang Hendrar Prihadi MM, menjelaskan bahwa sudah saatnya bagi Semarang dan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton saja dalam perkembangan teknologi komputer. Dengan semakin bertumbuhnya industri teknologi informasi ke depan, talenta-talenta hebat dari Indonesia harus terlibat dan memenangkan kompetisi di industri IT.

“Menjadi tuan rumah di negeri sendiri, terlebih Indonesia adalah market pelaku industri teknologi informasi, adalah sebuah keniscayaan. Kita harus terlibat! Beasiswa SEMESTA dari SEVIMA mendukung upaya agar Indonesia tak kekurangan bibit muda dengan potensi luar biasa di bidang Teknologi Informasi. Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada Mas Zetta dari SMKN 8 Semarang bersama para pemenang lainnya, terus semangat mengejar mimpi-mimpi, menyukseskan bertumbuhnya industri teknologi di Semarang dan Indonesia!” pungkas Hendi.  (*/Sulistyawan DS)

 

 

 


share on: