Workshop Penyusunan APBD Disambut Antusias Peserta

share on:
Pembukaan workshop penyusunan APBD di Rich Hotel, Sinduadi, Sleman, Jumat (20/11/2020) tadi malam || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - DPRD Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Universiras Janabadra Yogyakarta (UJY) mengadakan workshop tentang proses dan analisis penyusunan APBD berdasarkan Permendagri Nomer 64 Tahun 2020, di The Rich Jogja Hotel, Jumat (20/11/2020) tadi malam.

Acara yang dibuka oleh Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo ST, akan berlangsung hingga 22 November 2020. Menghadirkan narasumber antara lain Pengamat Politik dari Undip Dr Drs Teguh Yuwono Mpol Admin mengetengahkan tema tentang kepemimpinan dan komunikasi politik. 

Pada Sabtu (21/11) sebaga pembicara adalah Rino Rio Kent (Kemendagri) dengan materi tentang proses dan analisis penyusunan APBD, catatan dan asumsi dasar dalam penyusunan APBD dan status target prioritas.

Narasumber lainnya adalah Rini Juni Astuti SE MM, akan membahas tentang tata cara penyusunan, penyampaian dan integrasi pokok pikiran DPRD dalam dukumen perencanaan.

Teguh Yuwono, pada kesempatan ini mengatakan, berpolitik juga memerlukan aturan yang baik. Penyusunan APBD bisa dimanfaatkan untuk membesarkan suara pemilih di masa mendatang bagi anggota dewan.

“Saya paling gak cocok jika dewan dikatakan kalah pinter dengan ekskutif. Alasannya kelebihan DPRD adalah punya palu (legislasi) untuk mengesahkan progrsm ekskutif. Eskutif kerjannya cenderung monoton. Sementara dewan harus mengetahui kesemuanya,” kata Teguh Yuwono.

Anggota DPRD Bantul, Teguh Santoso SE, Petrus  Lanjar Wijiyono SE dan Datin Wisnu Pranyoto, ketika dimintai tanggapannya tentang adanya whorkshop (bimtek) seperti ini, menyatakan menyambut positf karena bermanfaat.

Kegiatan sepert ini menjadikan pandai para anggota dewan yang mengikutinya. DPRD harus lebih pandai dari bupati. Selain itu juga harus terjun ke masyarakat dan berupaya mengatasi masalah mereka. “Harus sering melakukan komunikasi dengan masyarakat agar keinginan rakyat bisa diketahui dan terpenuhi,” kata Teguh Santoso.

Sedana disampaikan oleh Petrus Lanjar Wijiyono SE dan Datin Wisnu Pranyoto, dengan adanya bimtek seperti ini manfaatnya meningkatkan pemahaman dan wawasan tupoksin DPRD yaitu pengawasan, penganggaran dan yuridis.   

“Apalagi narasumber acara ini merupakan orang-orang yang expert di bidang masing-masing, tentu sangat bermanfaat bagi kami selaku anggota dewan,” tandasnya. (Supardi)

 

 

 

 


share on: