Warung Kopi Watoe Bamboe Solusi Tempat Tepat bagi Pecinta Kopi Sejati

share on:
Suasana siap saji bagi penikmat kopi sejati || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Selain dikenal dengan Kota Pelajar dan Budaya, Yogyakarta menyimpan 'sejuta' tempat kuliner pilihan dengan menu-menu yang menggoda selera. Namun tempat yang nyaman dengan harga terjangkau tentunya menjadi pertimbangan pandemen kuliner.

Satu diantara pilihan tersebut adalah Warung Kopi Watoe Bamboe menjadi referensi yang tepat, dengan view yang jarang-jarang ditemui di tempat lain. Lokasinya di Jalan Kaliurang Km 15 atau tepatnya di Jalan Mences, Degolan, Umbulmartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman. Tempat ini agaknya bakal menjadi jujukan dan solusi tempat yang tepat bagi pecinta kopi sejati.

Dengan pemandangan alam di sekitarnya berupa batu-batuan berbagai ukuran dipadu dengan bangunan yang didominasi material bambu, menambah selera dalam menyantap menu-menu yang tersaji.

“Tempat kuliner ini dinamai Warung Kopi Watoe Bamboe, ini konsepnya karena unsurnya ada watoe (batu) dalam bahasa Jawa dan bamboe (bambu) dalam bahasa Indonesia, jadi  ada menu  khas Indonesia  dan letaknya di Jawa,” ungkap Owner Warung Kopi Watoe Bamboe, Diana kepada yogyapos.com, Rabu (7/4/2021).

Soal menu, beber Diana, terdapat sejumlah pilihan yang merupakan makanan khas Infonesia, diantaranya sup ikan, udang lobster, ikan laut bebakaran dan menu- menu lain sesuai dengan selera konsumen, termasuk untuk kalangan mahasiswa. Warung buka setiap hari, khusus hari Sabtu dan Minggu mulai buka pada Pukul 06.00 WIB. Selama masa pandemi Covid-19 sementara buka hingga Pukul 19.00 WIB.

“Yang menjadi ciri khas menu utama yaitu udang lobster dan bebakaran, soal harga Insyallah terjangkau, terdapat menu harga termurah dan harga tertinggi, ada menu paling murah hanya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per porsi,” tandasnya.

Kedepan, imbuhnya, akan ditambah dekorasi outdoor yang menawan. Saat ini misalnya, tengah dibangun fasilitas baru berupa kolam pemancingan dan bangunan gazebo yang berada di area seluas 10.000 meter persegi ini.

“Kita siapkan kolam pemancingan, bisa dimasak langsung atau dibawa pulang, nanti ada joglo-joglo, kolam renang dan kolam terapi ikan, ditempat ini mampu menampung pengunjung sebanyak 100 hingga 200 orang,” imbuh Diana tentang progres penambahan bangunan pelengkap kenyamanan, sembari menunjukkan tempat yang dimaksud. 

Sri Wijayanti salah satu pengunjung menyatakan puas dan cocok, setelah mencoba menu yang tersedia. “Tadi saya mencoba menu ayam dengan lalapan lengkap ada petai mentah, jengkol dan lalapan khas Sunda, sambalnya itu yang nendang rasanya, juga suasana alam asri, terdapat puluhan batu-batu alam , cocok deh jadi pilihan, rekomended pastinya,” aku Sri, mantab.

Warung buka setiap hari, mulai Jam 09.00 WIB, khusus hari Sabtu dan Minggu mulai buka pada Jam 06.00 WIB. Selama masa pandemi Covid-19 sementara buka hingga Jam 19.00 WIB. (Eko Purwono)

 


share on: