Warjiyo Optimis Covid-19 Segera Lenyap di Bantul

share on:
Warjiyo memanfaatkan kondisi sepi untuk membenahi tempat dagangannya || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pengusaha kuliner dan meubel di Kabupaten Bantul optimis berharap dan optimis wabah virus Corona (Covid-19) segera berakhir. Sehingga bisnisnya segera bisa mengeliat dan pulih normal kembali.seperti semula bahkan berkembag.

Harapan ini setidaknya seperti diungkapkan oleh pengusaha kuliner dan Bantul, H Warjiyo kepada yogyapos.com di sela membenahi tempat usaha kulinernya ‘Joglo Lesung’, di Jalan Yogya-Parangtritis km 21, Jumat (29/5/2020).

Warjiyo, warga Seloharjo Pundong yang juga eksportir meubel ini yakin bahwa per 30 Juni ataupun awal Juli 2020, Covid-19 di Bantul sudah lenyap. Dengan adanya perpanjangan masa tanggap darurat oleh Gubernur DIY, merupakan hal penting sebagai salah satu tolak ukur bahwa setelah itu Covid-19 hilang. Salah satu manfaatnya adalah usaha kuliner dan meubel bisa kembali bangkit.

“Akibat Covid-19, usaha kuliner dan meubel kami mengalami kondisi sekarat. Para buyer diantaranya dari Jerman dan Spanyol juga terkena lock down. Maka mereka otomatis menghentikan pesanan meubel ekspor ke saya. Rumah makan kami juga terpaksa tutup. Penyebabnya para konsumen yang tadinya sudah memesan order juga membatalkan orderannya,” tutur Warjiyo yang dikenal ulet dan gigih dalam usaha yang dimulainya dari nol itu.

Ia menuturkan, apabila dihitung sudah ada beberapa order kuliner dengan partai besar terpaksa batal akibat Covid-19. Dengan demikian usahanya menjadi lesu dan sepi. Namun kondisi seperti ini, diyakini akan segera membaik dan Covid-19 musnah asalkan semua lapisan masyarakat disiplin terhadap anjuran pemerintah mengenai protokol kesehatan. 

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana dengan kondisi para pekerjanya, Warjiyo mengatakan, meskipun usahanya sedang lesu di saat Covid-19, namun pihaknya tetap mempekerjakan para tenaga kerjanya yang sebanyak 37 orang. Hanya saja sistem jam kerjanya mempergunakan sift yaitu misalnya sehari masuk sehari tidak. Sedangkan upah para naker tetap sesuai dengan UMP. Ini karena pertimbangan kemanusiaan dan sosial kepada mereka.

“Sampai sekarang para pekerja diwajibkan menuruti dan menataati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” katanya. (Supardi)

 


share on: