Warga Onggojayan Banyurejo Tuntut Ganti Rugi Dampak Proyek Tol Jogja-Bawen

share on:
Kondisi pengerjaan proyek Tol Jogja-Bawen || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) – Warga Padukuhan Onggojayan Kalurahan Banyurejo Kapanewon Tempel Sleman keluhkan kerusakan sejumlah fasilitas umum akibat dampak pembangunan jalan tol Jogja-Bawen Paket 1 Seksi 1,  adanya aktifitas alat berat diduga menjadi pemicunya.

Meski demikian warga tetap mendukung kelangsungan pembangunan proyek strategis nasional ini, Sumarjo salah satu warga Onggojayan mengatakan selama proyek berlangsung  jalan yang merupakan akses utama warga kondisinya semakin rusak dan membahayakan bagi pengendara maupun warga yang melintas, saat ini jalan tersebut  dijadikan sebagai fasilitas mobilisasi alat berat.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pembayaran-ugk-proyek-tol-jogjasolo-lamban-warga-nglarang-protes-lewat-baliho-9371

”Jalan yang digunakan untuk  Adhi Karya dari perempatan Jambeyan sampai arah utara saat ini kondisinya rusak parah, ada lobang dalam-dalam dan belum ada perbaikan, lalu saat musim  kemarin dampak polusi debu yang cukup lumayan,”kata Sumarjo saat berdialog dengan pelaksana proyek PT. Adhi Karya di kantor Kalurahan Banyurejo, Rabu (26/10/2022) malam.

Tidak hanya itu, ungkapnya, keberadaan dan aktivitas alat-alat berat hingga larut malam menimbulkan polusi suara yang mengganggu kenyamanan warga sekitarnya.

Dengan adanya pengeboran menggunakan alat berat memicu suara yang bising, apalagi malam juga dikerjakan, masyarakat merasa terganggu dan dirugikan,”ungkap dia.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-warga-janturan-simping-keluhkan-lambannya-pembayaran-uang-ganti-rugi-tol-jogjasolo-9019

Lanjutnya, sejauh ini kerusakan jalan semakin parah bahkan saat musim hujan kondisi jalan menjadi seperti kubangan lumpur ditambah saat dilakukan penutupan jalan, warga terpaksa harus memutar melalui rute yang lebih jauh. Atas persoalan itu, warga masyarakat Onggojayan berharap adanya semacam konpensasi atau ganti rugi.

Diskusi warga dengan PT. Adhi Karya (Persero) || YP-Eko Purwono

“Kita mendukung proyek, tetapi dampak yang timbul di masyarakat tolong  untuk dipikirkan, soal penutupan jalan kemarin ditutup ngak apa-apa, tapi mohon dibuatkan akses jalan dulu sehingga warga tidak terlalu jauh memutar, termasuk kami minta penerangan jalan dan penambahan rambu,” tuturnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-satgas-a-didatangi-rumah-warga-terdampak-tol-yogyasolo-6337

Ketua Komite SD Negeri Banyurejo 1, Purnomo mengatakan sejak adanya pekerjaan proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, dirinya mendapati keluhan dari anak, pengajar termasuk orang tua siswa perihal getaran hebat yang diakibatkan oleh kerja alat berat yang dioperasikan tidak jauh dari lokasi bangunan fasilitas pendidikan tersebut.

“Saya diberitahu oleh Pak kepala sekolah bahwa kemarin  di sekolah telah terjadi seperti gempa, jadi ketika alat berat yang meratakan tanah itu bekerja di sebelah timur jalan, (bangunan) SD itu bergetar sehingga anak-anak dan guru lari ke luar, itu awalnya,” sebut Purnomo dalam kesempatan yang sama.

Ditambah pada saat dilakukan pengeboran disertai dengan penutupan jalan yang jaraknya hanya 10 meter dari sekolahan berimbas suara bising dan getaran. ”Itu juga berdampak kepada anak-anak, jelas sangat terganggu,” tandasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-trase-tol-yogyakulonprogo-bakal-melintasi-wilayah-tiga-kabupaten-di-diy-8514

Diakuinya, untuk merespon kejadian pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman untuk mendapatkan arahan dan solusi, lantaran bangunan sekolah tersebut juga terimbas proyek jalan tol.

“Kami juga telah memohon kepada Bapak lurah untuk menyediakan tanah pengganti dan sudah difasilitasi, saat ini dalam proses,” ujarya.

Deputy Project Director PT Adhi Karya (Persero) Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 dan Seksi 6, Brian Krisna || YP-Eko Purwono

Deputy Project Director PT Adhi Karya (Persero) Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 dan Seksi 6, Brian Krisna menjelaskan, selaku pelaksana proyek terus berupaya untuk melakukan penanganan dampak kegiatan pembangunan.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-calo-tanah-gentayangan-seiring-rencana-pembangunan-tol-yogyasolo-2586

“Kami harus mempersiapkan action tersebut, selama ini dari penanganan yang kami lakukan sejak pengaduan ada atau kerusakan timbul maka langsung ditindaklanjuti, namun karena terkendala luas administrasi jalan yang digunakan juga cukup banyak, tapi akan diupayakan, pekerjaan pembangunan jalan tol pasti ada dampaknya,” kata Brian.

Prioritas penanganan akan dilakukan pada jalan-jalan yang rusak, khususnya di Onggojayan, termasuk mengerahkan mobil tangki air yang melakukan penyiraman ruas-ruas jalan ketika musim kemarau.

”Penanganan yang pertama yang berkaitan dengan keselamatan warga, yakni jalan berlubang kita sudah melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Soal pemberian bentuk  konpensasi, sebelumnya akan dilakukan dikoordinasikan dengan pihak terkait termasuk melakukan identifikasi dampak . “Bentuk kompensasi ini kami coba tindaklanjuti masalah kewajaranya sesuai kasusnya,” imbuhnya. (Opo).

 


share on: