Wamendes Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Dapur SPPG

share on:
Wamendes Ahmad Reza Patria secara simbolus meletakan batu pembangunan Dapur SPPG di 23 titik di DIY || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Reza Patria meletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 23 titik yang dipusatkan Puri Mataram, Sleman, Jumat (28/2/2025).

SPPG ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) dan Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKalma), yang salah satunya berada di Tridadi Sleman.

BACA JUGA: Serangan Umum 1 Maret 1949 dalam Ekspresi 76 Perupa di Monjali

Ketua Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMD) DIY, Raden Agus Choliq mengungkapkan, dana SPPG berasal dari investor dan kas. Bakal berdiri diatas lahan seluas 600 Meter dan 400 Meter di Tridadi yang akan digunakan untuk dapur. Tenaga kerjanya adalah masyarakat yang akan direkrut oleh Badan Gizi Nasional.

Doa bersama usai peletakan batu pertama || YP-Agung Dwi Purwanto

“Untuk SPPG diperkirakan membutuhkan Rp 2,5 miliar termasuk untuk membeli peralatan. Untuk SPPG Tridadi ditargetkan beroperasi pada bulan April. Sebanyak 3.500 yang akan menerima manfaat,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikatan Wartawan Online Sleman Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan

Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria mengungkapkan desa memiliki peran strategis dalam menuju Indonesia Emas 2045. Satu pilar utama pembangunan desa adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan bergizi.

Menurutnya, dengan alokasi minimal 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, berharap desa atau kalurahan dapat meningkatkan produksi pangan lokal, khususnya untuk MBG. SPPG tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Melalui program ini dapat mem buka lapangan pekerjaan. 

“Ketika SPPG dikelola BUMDesa dengan sendirinya akan menerima, mencari bahan pokok pangan MBG dari masyarakat desa, padi, sayur, buah, ikan, ayam, daging dari petani dan nelayan lokal,” tandasnya.

Ia juga mendorong untuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk ikut mengawasi, sehingga 23 dapur SPPG di DIY bisa berjalan. (Agn)                                                         

 

 


share on: