Vaksinasi Covid-19 di Perbatasan Papua-PNG

share on:
Seorang prajurit Satgas Pamtas Yonif 403/WP tengah giat membantu petugas Puskesmas lakukan vaksinasi Covid-19 di perbatasan Papua-PNG || YP-Ist||

Yogyapos.com (KEEROM) - Upaya pencegahan persebaran Covid-19, dilakukan dengan cara vaksinasi oleh Pos Towe Hitam Satgas Pamtas Yonif 403/WP bekerjasama dengan Puskesmas Towe Hitam Kabupaten Keerom terhadap Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kampung Towe Hitam, Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua.

Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar SE MSi dalam rilis tertulisnya mengatakan, Satgas Pamtas TNI sebagai garda terdepan di perbatasan harus dapat menjaga kedaulatan NKRI dan terus memberikan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di bidang pendidikan. Yakni tenaga pendidik (Guru) yang bersentuhan langsung dengan siswa siswinya di sekolah dengan cara antara lain suntik vaksin Covid-19. Sehingga kondisi mereka tetap prima dalam menjalankan tugasnya, diperlukan upaya untuk saling gotong royong sehat-menyehatkan yaitu dengan suktik vaksin,” tutur Ade.

Diungkapkan, masih terdapatnya pasien positif Covid-19 di Papua menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya para tenaga pendidik (Guru). Masa pandemi yang belum selesai menuntut masyarakat termasuk juga prajurit yang sedang melaksanakan penugasan untuk terus waspada dan terus mematuhi protokol kesehatan.

“Mengingat pandemi Covid-19 masih terus berlangsung sampai dengan saat ini, maka untuk melakukan upaya pencegahan kita bekerjasama dengan Puskesmas Towe Hitam Kabupaten Keerom dengan bersama-sama menggelar suntik vaksin kepada seluruh tenaga pendidik atau guru di lingkungan kampung Towe Hitam,” lanjut Ade.

Dalam pelaksanaanya, Personel Kesehatan Pos Towe Hitam dibawah kendali Danpos Letda Inf Redo bersama-sama dengan Puskesmas Towe Hitam di bawah pimpinan Kepala Puskesmas, Lobang (53). Kegiatan ini dimulai dengan mengumpulkan peserta vaksin untuk di data terkait identitas diri dan dengan melalui tahapan berikutnya sampai dengan penyuntikan vaksinasi Covid-19 pelaksanaannya dibagi per gelombang. Selama pelaksanaan vaksinasi tentunya dengan menerapkan standar protokol kesehatan hal ini dilakukan dalam rangka untuk membantu dan mendukung program percepatan vaksinasi massal yang digagas oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Kepala Puskesmas Towe Hitam, Lobang (53) menyampaikan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan 2 kali secara berkala, dari tahap pertama berjarak 14 hari sampai waktu penyuntikan berikutnya. Tahapan kegiatan pemberian Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Towe Hitam dari mulai pendaftaran dan validasi peserta vaksin, Screening (anamnesa dan pemeriksaan fisik), apabila memenuhi syarat akan di laksanakan suntik vaksin, sampai kepada tahap terakhir adalah pencatatan dan observasi hasil dari vaksinasi.

“Penyuntikan Vaksin Covid-19 di lakukan sebanyak 2 kali secara berkala, dari tahap pertama berjarak 14 hari untuk penyuntikan berikutnya, tahapan kegiatan pemberian Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Towe Hitam dimulai dari pendaftaran dan validasi peserta vaksin, Screening (anamnesa dan pemeriksaan fisik), kemudian setelah memenuhi syarat akan di laksanakan vaksin, dan untuk tahap terakhir adalah pencatatan dan observasi,” imbuhnya.

“Dengan diselenggarakannya Vaksinasi Covid-19 bagi para Guru di Towe hitam ini diharapakan dapat menurunkan angka penularan Covid-19 dan mendorong terbentuknya “Herd Immunity” (kekebalan kelompok) untuk melindungi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tubuh secara menyeluruh serta dapat membantu program pemerintahan dalam percepatan Vaksinasi secara masal,” tutup Lobang. (*)

 

 

 


share on: