Upaya Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Melalui 'Sambung Desa Wisata'

share on:
Para narasumber Forum Pentahelix Sambung Desa Wisata, di Pendapa Desa Wisata Batik Girilogo Imogiri, Senin (4/12/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul bersama sejumlah perguruan tinggi, pelaku, pengelola desa wisata dan jasa wisata mengadakan Forum Pentahelix Sambung Desa Wisata, di Pendapa Desa Wisata Batik Girilogo Imogiri, Senin (4/12/2023).

Kegiatan kali ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Parwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Bupati Abdul Halim Muslih dan Ahli pariwisata Univerwitas Tehnologi Yogakarta (UTY).

BACA JUGA: Kritik Pemerintah Yogyakarta, Gus Hilmy Nilai Ade Armando Ngawur dan Ahistoris

“Di Bantul ada 50 desa wisata yang masing-masing memiliki kekhasan dan daya tarik tersendiri. Kesemuanya bernuansa budaya mataram yang diyakini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata  Bantul, Kwintarto Heru Prabowo.

Di Bantul juga terdapat situs Kraton Kerto (Pleret), makam para raja Mataram yaitu Makam Panjimatan di Imogiri, merupakan wisata religi yang memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Mataram. Selain itu terdapat bayak desa wisata kerajinan kulit, batik, keramik dan kerajinan. Salah satunya adalah Giriloyo sebagai Desa Wisata Batik.

Suasana sarasehan || YP-Supardi

“Itu semua merupakan potensi dan kekayaan yang laku jual. Sehingga nantinya akan dilakukan langkah inovatif untuk pengelolanya yang didakukan secara kolaborasi antara pengelola, Pemerintah Desa dengan masyarakat pengelola desa wisata dengan mekanisme yang lebih tepat,” tambahnya.

BACA JUGA: Anugerah Kebudayaan Sleman 2023 Disambut Positif, Memotivasi Seniman Berkarya

Sementara itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, menyatakan banyak pihak yang melakukan studi banding tentang wisata ke Bantul. Mereka ingin mengadopsi kepariwisataan namun tidak dapat menerapkanya karena potensi budaya Bantul khas.

“Generasi milenial di Bantul sangat kreatif dalam melakukan inovasi untuk pengelolaan wisata. Maka inovasi harus selalu ada untuk memajukan bidang pariwisata,” papar Abdul Halim.

Pada kesempatan sama, Ahli Pariwisata UTY Lusi Tania, mengungkapkan meningkatkan minat wisatawan berwisata di Bantul dapat dilakukan melalui perguruan tinggi dan media masa. 

BACA JUGA: Jelang Nataru, Pemkab Sleman Lakukan Pemantauan Sembako dan Launching Pasar Murah TPID

“Bantul memiliki banyak tempat wisata yang khas, maka pengelola wisata harus mampu menyediakan banyak pilihan bagi wisatawan,” katanya.

Sebelum dilalukan pemaparan materi, para nara sumber juga melakukan kunjungan ke desa wisata Giriloyo guna mengetahui secara mendalam tentang potensi wisata disana. (Spd)


share on: