Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo melaunching ‘Salud Tenan’ (Sadar Lalulintas Usia Dini Untuk Keselamatan), di stand Dinas Perhubungan (Dishub), Bantul Creative Expo 2024, Kamis (27/7/2024).
‘Salud Tenan’ merupakan rancangan proyek perubahan, sebagai strategi membangun budaya tertib berlalu lintas untuk anak usia dini di Kabupaten Bantul, berlangsung
BACA JUGA: Bantul Creative Expo Resmi Dibuka, Estimasi Transaksi Tembus Rp 2,5 Miliar
“Saya menyambut positif, mudah-mudahan dapat memberikan kemajuan dan manfaat Dinshub dan masyarakat luas,” ujar Joko Purnomo.
Program ini project leadernya adalah Kapala Dishub Bantul Singgih Riyadi SE MM. Diharapkan benar-benar terwujud, karena ketertiban berlalu lintas menjadi kebutuhan masyarakat agar nyaman.
BACA JUGA: Sabtu-Minggu JIKF 2024 akan Berlangsung di Parangkusumo, Pengguna Jalan Perlu Perhatikan Ini
Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, menyatakan latar belakang Salud Tenan karena angka kecelakaan lalu lintas di Bantul didominasi oleh usia produktif termasuk pelajar dan anak-anak. Penyebabnya kesadaran berlalu lintas di jalan raya relatif masih rendah.
Wabup Bantul Joko Purnomo membuka selubung kain peresmian 'Salud Tenan' || YP-Supardi
Ruang lingkup kegiatanya sosialisasi dan pelatihan untuk anak usia dini. Ini dimulai dari penyusunan tim efektif, penyusunan rencana kegiatan melalui koordinasi dengan stakeholder. Penyusunan modul kegiatan dan sosialisasi kepada sasaran dengan kurun waktu tertentu.
BACA JUGA: Harga Cabai di Pasar Imogiri dan Niten Naik Pesat, Penjualan Mengalami Penurunan
Manfaatnya bagi pemerintah melaksanakan upaya priventif yang optimal guna meminimalisir angka kecelakaan. Memudahkan dalam merumuskan kebijakan berkaitan dengan kesehatan lalu lintas. Ini juga untuk terwujudnya sinergitas stakeholder terkait dengan kesempatan lalu lintas.
“Sedangkan manfaat bagi pelaku usaha mendorong inovasi dan pembelajaran untuk tertib lalu lintas. Terbukanya potensi ekonomi berbasis teknologi lalu lintas,” lanjutnya.
Ditambahkan, bagi masyarakat bermanfaat guna mendapatkan pengetahuan dan menumbuhkan partisipasinya untuk tertib lalu lintas. Sedangkan bagi akademisi dan tenaga pendidik mendapatkan sosialisasi, referensi, pengembangan terealisasi capaian tertib lalu lintas. (Spd)
