Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Kalurahan Tirtoadi Kapanewon Mlati Sleman. KKNT akan dilaksanakan mulai bulan Februari 2022 selama satu semester atau enam bulan. Tema yang diangkat adalah Menuju Kalurahan Tirtoadi Sebagai Desa Wisata yang Ramah Lingkungan.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Aula Kalurahan Tirtoadi, Sabtu (22/1/2020), Dr Ing IrWinarna MA selaku Dekan Arsitektur dan Desain UKDW menjelaskan, program KKNT di Kalurahan Tirtoadi merupakan pengejawantahan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
"KKNT antara lain bertujuan memberikan kesempaatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja. Tirtoadi mempunyai beragam potensi yang bisa dikembangkan dan dikelola sebagai aset pariwisata seperti aktifitas kerajinan bambu yang ada di dusun Sendari,” jelasnya.
Harapannya, lanjut Winarna, dengan kerjasama melalui KKNT ini UKDW bisa membantu pemerintah Kalurahan Tirtoadi dalam membuat master plan terkait pengembangan potensi wisatanya.
“Memang perlu kerja keras secara serius untuk mewujudkannya, tetapi dengan kolaborasi atau kerjasama yang harmonis, cita-cita itu bisa kita wujudkan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu Lurah Tirtoadi, Mardi Harto, menyambut baik adanya KKNT dari UKDW. “Sesuai dengan visi dan misi yang saya sampaikan sebagai Lurah Tirtoadi, ke depannya kami memang memprogramkan pengembangan desa wisata. Keberadaan kerajinan bambu Sendari dan beragam kegiatan UMKM di Tirtoadi bisa mensuport aktifitas wisata. Kami berharap, langkah ini bisa mengangkat perekonomian warga masyarakat,” paparnya.
Terkait pengembangan kawasan wisata Embung Senja, Mardi Harto menjelaskan telah memiliki rencana termasuk dengan mengundang pihak ketiga dalam pembangunan mini zoo yang sekarang dalam taraf pembangunan.
Pada kesempatan yang sama Ketua Badan Perwakilan Kalurahan Tirtoadi, Murajiono, mendukung program KKNT UKDW. “Banyak potensi kerajinan yang dimiliki Tirtoadi yang bisa dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata. Kami berharap ini merupakan langkah awal yang bisa membuka kerjasama berikutnya,” pesannya.
Menanggapi paparan tim dosen UKDW, Direktur Bumdes Tirtamas, Wahjudi Djaja, menyampaikan sejumlah kendala yang selama ini dihadapi. “Sendari tercatat paling tua sebagai desa wisata di Sleman. Tetapi kurang bisa berkembang karena lemahnya pengorganisasian. Terkait keberadaan perajin bambu di Sendari, masalah utamanya ada pada mentalitas dan karakter. Selain itu, perlu juga adanya sentuhan manajerial terutama desain produk dan quality control. Ini penting untuk menjaga kesinambungan produksi,” tandasnya.
Turut memberikan sumbang saran dalam FGD antara lain Carik Tirtoadi, Moh. Ridwan, SIP, Sugiarto selaku perwakilan perajin bambu Sendari, dan Kepala Dukuh Sendari, Sumarto. Hadir dalam FGD antara lain tim dosen pendamping UKDW, para mahasiswa, perangkat Kalurahan Tirtoadi, pengurus Bumdes Tirtamas, anggota BPKal Tirtoadi, dan tokoh masyarakat Tirtoadi. (Iud)
