Tingkatkan Mutu Pelayanan, RSPAU Hardjolukito Lakukan Survei Akreditasi

share on:
Kepala RSPAU dr Suhardi Hardjolukito, Marsma TNI Mukti A Berlian SpPD SpKP (kanan) bersama Koordinator Surveyer dr Widayanto (tengah) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Rumah Sakit Pusat Angakatan Udara (RSPAU) dr Suhardi Hardjolukito melaksanakan survei akreditasi yang dilakukan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Versi Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES).

Kegiatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (TNI, PNS/ ASN) dan umum di masa mendatang ini berlangsung sejak Selasa-Kamis (10-13/10/2022).

Kepala RSPAU dr Suhardi Hardjolukito, Marsma TNI Mukti A Berlian SpPD SpKP mengungkapkan, Sertifikasi Akreditasi Rumah Sakit merupakan salah satu indikator penguatan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu juga merupakan penghargaan karena rumah sakit telah berupaya untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan serta mampu mempertahankan kepatuhan dalam memenuhi standar tersebut.

“Maka kini RSPAU dr Suhardi Hardjolukito melaksanakan penilaian Akreditasi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi STARKES yang berlangsung selama 3 hari, tanggal 10,12 dan 13 Oktober 2022 dengan sistem hybrid,” tandas Marsma TNI Mukti A. Berlian kepada yogyapos.com, Kamis (13/10/2022).

Survei Akreditasi kali ini dilakukan secara daring bertempat di Garuda Satu RSPAU dr S Hardjolukito. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh tim ketua survei. Selanjutnya, presentasi tentang Profil Rumah Sakit dan Program peningkatan Mutu & Keselamatan Rumah Sakit yang dipaparkan oleh Kepala RSPAU dr Suhardi Hardjolukito Marsma TNI dr Mukti A Berlian SpPD SpKP. 

Pasa kesempatan ini hadir selaku surveyor yaitu dr Widayanto MKes FISQUA (bidang manajemen), dr Endang Sri Hartiningsih SpKK (bidang medis), Ns Sri Wahyuni SKep MH (bidang keperawatan). Kegiatan juga dilanjutkan dengan konfirmasi dokumen yang ditelaah melalui aplikasi Sidokar. 

Terdapat 16 kelompok kerja tim akreditasi yang dinilai terbagi kedalam 3 bidang di ruangan terpisah yaitu bidang manajemen (Pokja TKRS, PMKP, MFK, PKPO dan KPS) di ruang Garuda Satu, Bidang Medis (Pokja PPK, PP, AKP, PAP, PAB, PROGNAS) di ruang Diklat dan Bidang Keperawatan (Pokja SKP, KE, HPK, MRMIK dan PPI) di ruang Dukkes.

Hari kedua dan hari ketiga survei akreditasi telusur onsite standar proses melalui simulasi dan wawancara di unit-unit pelayanan RSPAU dr Suhardi Hardjolukito. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung oleh para surveyor didampingi PIC masing-masing bidang dan tracker. Dalam hal ini tracker  merekam secara langsung kegiatan telusur, sehingga kegiatan dapat disaksikan langsung oleh pimpinan. 

Memang selama pandemi covid-19, kegiatan survei akreditasi RSPAU dr Suhardi Hardjolukito mengalami penundaan. Meskipun demikian, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito tetap berkomitmen mematuhi standar, termasuk standar akreditasi rumah sakit dengan pendekatan manajemen risiko diantaranya peningkatan mutu, keselamatan staf dan keselamatan pasien. Survey akreditasi tahun ini dilaksanakan secara daring  dan luring dimana kegiatan tersebut merupakan hal yang baru bagi civitas hospitalia RSPAU. Tetapi tidak ada yang berbeda, RSPAU dr Suhardi Hardjolukito tetap mempersiapkan survey ini secara matang baik dari sisi manajemen maupun pelayanan.  

Setelah melewati prosedur akreditasi, pelaksanaan kegiatan akreditasi sendiri memiliki banyak manfaat, diantaranya peningkatan pelayanan, administrasi dan perencanaan, koordinasi asuhan pasien, koordinasi pelayanan, koordinasi antar anggota, meminimalisasi resiko, penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, penurunan keluhan pasien dan staf, peningkatan kesadaran anggota akan tanggung jawabnya serta peningkatan kerjasama dari semua bagian organisasi di dalam RSPAU ini. 

“Dengan demikian harapannya RSPAU dr Suhardi Hardjolukito yang kini berkreditasi A dari TNI AU dan berakreditasi B dari Kementerian Kesehatan, 

akan terus beruoaya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, karena RSPAU mampu memberikan jaminan mutu, kepuasan dan perlindungan kepada masyarakat sesuai standar yang berlaku. Ini semua sudah menjadi tekad kami,” tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan sama, Koordinator Tim Surveyer/ Penilai dari Kementrian Kesehatan, dr Widayanto, menyatakan pihaknya melaksanakan tugas melakukan penilaian ini secara profesional.

“Ini untuk mengetahui secara pasti tentang RSPAU ini terkait dengan STARKES. Hasil survey/penilaian ini lulus atau tidaknua diperkirakan sudah bisa dilihat dan diketahui dalam tiga hari mendatan. Hasil surbey akan dilaporkan ke Kemetrian Kesehatan dan KARS. Jika lulus akan ditandatangani oleh Kementrian dan KARS,” katanya.

STARKES diperlukan bagi Rumah Sakit temasuk RSPAU ini. Tujuannya adalah sebagai uapaya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Spd)

 


share on: