Yogyapos.com (BANTUL) - Pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) ke-5 Tahun 2020 diharapkan mampu memperkenalkan, mempromosikan dan memperluas pangsa pasar produk mebel dan kerjinan lain asal Indonesia ke skala internasinonal. Sehingga ekspor mengalami peningkatan serta mampu memberikan multiplier efek bagi sektor lainnya diantaranya pariwisata.
“Industri furnitur dan kerajinan merupakan salah satu sektor prioritas yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional,” ungkap Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Teten Masduki, saat membuka JIFFINA 2020, di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (14/3).
Menurutnya, penguatan dan peningkatan industri furniture berkenaan dengan perolehan devisa negara dan penyerapan tenaga kerja. Hal itu ada dukungan ketersediaan bahan baku alami yang melimpah dan didukung oleh keragaman corak dan desain.
Teten menegaskan, Kementrian Koperasi dan UKMK akan terus mendukung industri furniture dan kerijinan supaya berkemabang dan mempunyai multi efek positif bagi Indonesia.
Sementara itu, Ketua Forum JEFFINA Jawa-Bali Drs Dr Timbul Raharjo MHum, menyatakan meskipun JIFFINA 2020 kali ini diselenggarakan dalam situasi merebaknya virus Corona di berbagai berbagai belahan negera, namun tidak mengurangi semangat dan manfaat yang diharapkan.
“Pameran JIFFINA 2020 kaIi ini merupakan strategi program penting dalam promosi /marketing yang merupakan ujung penjaring pasar dari kreator produk sampai ke pembeli,” kata Timbuh Raharjo.
Gubernur DIY Sri Sultan Hakengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Baskoro Aji, menyatakan JIFFINA 2020 diharapkan tetap memberikan manfaat yang luas meski bertepatan dengan adanya virus Corona.
JIFFINA 2020 berlangsung Sabtu-Selasa (14-13/3) juga diisi dengan berbagai agenda kegiatan diantaranya whorkshop. (Supardi)
