Tergusur Proyek Tol Yogya-Bawen, SDN Nglarang Siapkan Lahan Pengganti

share on:
Sugiarto menunjukkan lahan yang direncanakan dijadikan pengganti untuk pembangunan SD Neger Nglarang || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol yang desainnya bakal melintasi wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berdampak pula pada sektor pendidikan. Bangunan SD Negeri Nglarang yang terletak di Padukuhan Nglarang Kelurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati menjadi salah satu 'korban penggusuran' atas rencana proyek Jalan Tol Yogya-Solo (Tol Joglo), dan relokasi menjadi salah satu pilihan.

Pantauan yogyapos.com, Kamis (3/6/2021) di lokasi sekolah telah terpasang sejumlah patok dari pralon putih cor semen yang ditandai dengan warna merah.

Perihal rencana pemindahan bangunan sarana pendidikan ini dibenarkan oleh Dukuh Nglarang, Sugiarto. Ia selaku salah satu anggota Komite Sekolah telah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan seluruh wali siswa untuk membahas soal pemindahan.

“Kemarin sempat ada permintaan dari Kepala Sekolah untuk mengumpulkan wali- wali murid termasuk kami komite hasilnya kita dan masyarakat menghendaki SD Negeri tersebut tetap dibangun di wilayah dusun setempat yang tidak terdampak pembangunan jalan tol, untuk saat ini sudah ada calon tempatnya, berada di sisi barat dari dusun ini, kemarin sudah ada permintaan dari Kepala Sekolah,” terang Sugiarto kepada yogyapos.com, Kamis (3/6/2021).

Lokasi awal SDN Nglarang, kata dia, didirikan di atas tanah kas desa (TKD) milik Kalurahan Tlogoadi seluas 3.263 meter persegi, sedangkan calon lokasi yang baru merupakan tanah milik warga atau sertifikat hak milik (SHM).

“Kemarin sudah surve pada dua lokasi, yang pertama di sebelah barat jalan milik Kabupaten dan satunya di sebelah timur bangunan gardu kelompok tani atau sebelah timur jalan kabupaten di wilayah Dusun Nglarang, kemarin dari Dinas Pendidikan menginginkan untuk dibangun di sebelah timur jalan,” ungkapnya.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pemilik lahan sebagai langkah persiapan andaikata sudah ada kepastian soal rencana pemindahan sekolahan, namun hingga saat ini belum ada pembahasan soal penentuan harga.

“Sudah saya tembusi pemilik lahan yang memiliki tanah seluas 2.250 meter persegi dan pemilik sudah memperbolehkan, alternatif yg lain kita akan bergeser ke sebelah timur yang lahanya seluas 3.750 meter persegi yang lahannya tembus dari jalan aspal jalan kabupaten ke jalan yang berada di sisi barat dusun, kita belum sampai rembukan soal harganya hanya saja pemilik sudah mengiyakan,” imbuhnya.

Seperti pernah diberitakan media ini, selain SD Negeri Nglarang, terdapat pula bangunan SD Negeri Banyurejo I yang terletak di Padukuhan Onggojayan, Kelurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel juga bakal tergusur proyek pembangunan trase Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi 1. (Eko Purwono)

 


share on: