Tekan Angka Kecelakaan Adira Insurance Kampanyekan IWGHS

share on:
Direktur Adira Insurance Wayan Pariama || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Menurut Polda Metro Jaya Bidang Lalu Lintas, pada masa pandemi Covid-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepanjang 2020 menurun hingga 7.565 kasus. Meskipun demikian, angka tersebut masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15% atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019. Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah perilaku pengemudi yang tidak aman.

Melihat tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) mengkampanyekan pesan keselamatan berkendara bagi masyarakat guna menekan angka kecelakaan akibat kelalaian berkendara. 

Direktur Adira Insurance Wayan Pariama mengungkapkan, kampanye keselamatan bertajuk I Wanna Get Home Safely (IWGHS) merupakan program CSR yang telah berjalan lebih dari 10 tahun. Program ini dimaksudkan sebagai edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan.

“Kami melihat masih banyak pengendara yang masih suka lalai, sehingga  masyarakat perlu dieduksi secara terus menerus,” ujar Wayan kepada wartawan, Sabtu (4/3/2021).

Ditambahkan Wayan, salah satu program dalam IWGHS adalah Indonesia Road Safety Award (IRSA) yang dimaksudkan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk peduli terhadap keselamatan jalan. Disamping itu, IRSA juga merupakan penghargaan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik di Indonesia. 

Dalam masa pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta, serta mendukung instruksi Pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen Adira Insurance untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku selamat saat berada di jalan. Sebagai bagian dari komitmen ini, Adira Insurance melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. 

Wayan menegaskan, karena  jalan raya merupakan fasilitas umum, maka keselamatan berkendara juga menjadi  tanggung jawab bersama. Untuk itu, kesadaran dan perilaku mengemudi yang aman sangat penting dalam mendukung keselamatan jalan.  Hal ini harus menjadi perhatian oleh semua pihak. Kami senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mendukung dan menggalakkan peningkatan keselamatan jalan di Indonesia.

Melalui project IRSA sebelumnya, Adira Insurance melihat implementasi program keselamatan jalan di pemerintah kota dan kabupaten serta persepsi masyarakatnya, sementara riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020. Riset ynag dilakukan berdasarkan 1.500 responden di 15 Kota besar di Indonesia dan hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76%. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan/knowledge mencapai 87%, aspek sikap/attitude mencapai 83% serta aspek perilaku/behavior memiliki indeks terendah yaitu 58%. 

 

 Wayan berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia, mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan serta dapat menjadi inspirasi maupun referensi bagi Pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia. Risiko dalam temuan ini tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan keselamatan jalan. (*/Sulistyawan Ds)

 


share on: