Syawalan Peradi Wonosari, Advokat Senior Daris Purba SH Ingatkan Peningkatan Peran Sosial Advokat

share on:
Daris Purba SH (kanan) didampingi Deddy Suwadi SR SH (tengah) usai memberi pengantar Raker DPC Peradi Wonosari yang diketuai H Kokok Sudan SH MH (kiri) || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) – Advokat senior Daris Purba SH mengingatkan peran penting advokat dalam mengawal konstitusi, lebih sepsifik mengkritisi praktik penegakan hukum maupun produk hukum agar berkeadilan bagi seluruh rakyat.  

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Syawalan DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Wonosari, di Cengkir Heritage Sleman, Rabu (18/5/2022) petang. Acara yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) ini dihadiri pengurus maupun anggota dan tamu undangan diantaranya sejumlah advokat senior Deddy Suwadi SR SH, Heniy Astiyanto SH dan Ketua Dewan Penasihat Suyanto Siregar SH.

Salam-salaman advokat Peradi Wonosari || YP-Ismet

“Momentum Syawalan ini tepat untuk meningkatkan kualitas. Dalam konteks profesi, maka peningkatan kualitas itu mencakup introspeksi apa yang sudah dilakukan dan bagaimana masa depan kita sebagai advokat. Apakah sudah menjalankan peran yang sesungguhnya?” kata.

Menurutnya, petanyaan introspektif penting agar advokat tidak abai terhadap sejarah kelahirannya yang memiliki fungsi sosial dan mengawal konstitusi.

Suasana sebagian peserta pra Raker || YP-Ismet

Sukses dan kebahagiaan advokat bukan sekadar karena capaian jumlah klien dan harta. Tetapi perlu diukur juga dari seberapa banyak ia menjalankan tanggung jawab sosial di bidang penegakan hukum.

Daris kemudian membeberkan gairah advokat dalam mencapai tingkat kepuasan yakni melakukan penanganan struktural kepentingan masyarakat berhadapan dengan kepentingan dan praktik kekuasaan yang timpang.

“Ini bukan romantisme, tetapi perlu kita angkat ke permukaan mengenai panggilan tanggung jawab sosial advokat berhadapan dengan kekuasaan di masa-masa lampau. Mereka memiliki sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang cenderung tidak berpihak pada masyarakat, melainkan hanya untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu,” ucapnya seraya mengutip dialektika Thomas Hobes.

Sesi ramah tamah dimeriahkan hiburan organ tunggal || YP-Ismet

Bagi Daris, advokat perlu cerdas melakukan dialektika pada posisi di tengah antara masyarakat dan kekuasaan. Belajar dari runtuhnya kekuasaan-kekuasaan di masa lampau, karena pemerintahannya gagal berdialektika sehingga arah pembagunan berjalan timpang.

Diingatkan pula, advokat sebagai pengawal konstitusi jangan sampai didikte baik sikap maupun opini oleh instrumen apa pun dalam konteks penegakan hukum. Praktik menjadi ‘makelar perkara’ dengan kolaborasi bersama instrumen dari luar misalnya, itu harus dihindari. Demikian pula pernyataan-pernyataan kritisnya tentang praktik penegakan hukum, harus benar-benar orisinil dan tidak tendensius.

“Jangan sampai kita meniru pernyataan pakar hukum yang tidak kritis karena memiliki tendensi pada kepentingan kekuasaan,” tukasnya.

Dalam hubungan inilah, Daris berpesan raker DPC Peradi Wonosari wajib mengusung program pendampingan perkara-perkara struktural. Jika perlu memelopori kembali sebagai organisasi profesi yang sanggup menggelorakan kesadaran bantuan cuma-cuma bagi masyarakat miskin hingga menjadi suatu gerakan yang masif.

Suyanto Siregar SH (kiri) selaku Ketua Dewan Pensihat Peradi Wonosari sesaat sebelum membacakan ikrar Syawal || YP-Ismet

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Peradi Wonosari H Kokok Sudan Sugijarto SH MH menghaturkan terimakasih dan berjanji akan terus mengupayakannya secara berkesinambungan melalui organ sayap organisasi maupun pribadi-pribadi anggota.

Organ sayap organisasi yang dimaksud antara lain Pusat Bantuan Hukum Peradi diketuai Tommy Harahap SH dan Young Lawyer Peradi Wonosari diketuai Hanantyo Kristiawan SH.

“Ini merupakan masukan yang berharga, kami usung dalam Raker. Sebab salah satu agenda Raker kali ini juga tentang membangkitkan gairah pendampingan hukum cuma-cuma dan sinergi pembangunan penegakan hukum dengan berbagai pihak,” ujarnya. (Met)


share on: