Supantono dan Kembang Sepatu Siap Gelar Karya di Darmin Kopi Duren Tiga Jaksel

share on:
Doa untuk Negeriku 63 x 54 Cm, Mixed Media on Canvas 2022

Yogyapos.com (JAKARTA) – Dua pelukis dengan aliran berbeda, Setyo Purnama atau yang akrab dikenal Kembang Sepatu dan Supantono Suwarno, menggelar pameran, pada 29 November-7 Desember 2022, di Darmin Kopi, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan.

“Pameran kali ini diselenggarakan oleh Karnoto Mohamad, seorang pecinta seni yang sehari-hari menjabat sebagai Deputy Editor In Chief at Infobank Magazine Indonesia,” ujar Supantono kepada yogyapos.com, Sabtu (26/11/2022).

Memori Masa Lalu, 80 x 60 Cm, Mixed Media on Canvas 2022

Supantono sudah cukup lama berkarya, sosoknya tak asing lagi di jagat seni rupa Indonesia dan luar negeri. Lelaki kelahiran 18 April 1964, merampungkan pendidikan terakhir S2 di Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.

Setelah sempat cukup lama sebagai pendidik di Sekolah Menengan Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta, ia memutuskan pensiun dini pada 1 Juni 2016. Selanjutnya berkhidmat melukis di Galerinya, Dusun Kersan, RT. 08, DK. II, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Supantono dan seni lukis secara umum merupakan akulturasi dan memori nilai-nilai unsur-unsur seni lukis dekoratif (budaya Indonesia) atau gaya realis yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya Barat (abstrak). Karya-karyanya merupakan perwujudan akulturasi antara ragam hias atau realitas yang direpresentasikan oleh wujud flora, hewan, manusia, dan objek alam pada bagian objek utama. Dan beberapa lukisannya sering pada bagian depan obyek utama terdapat berbagai garis hasil percikan spontan, ekspresif, atau efek ‘brush stroke’ yang abstrak dan dinamis, kadangkala ada sedikit pemberian bayangan pada garis agar lebih berkesan tiga dimensi.

“Memang demikian, saya memadukan antara unsur seni lukis abstrak (Barat) dan unsur seni lukis dekoratif dengan memasukkan unsur ornamen gaya Yogya-Indonesia (Timur),” ujar pelukis yang karya-karyanya telah banyak dikoleksi oleh kolektor dalam dan luar negeri.

Supantono telah menggelar 16 pameran tunggal di dalam dan luar negeri. Ia juga telah mengadakan 186 pameran seni secara bersama baik di dalam negeri maupun luar negeri. Supantono juga memperoleh banyak penghargaan seni secara nasional dan internasional yang ratusan jumlahnya.

Kembang Sepatu memiliki identifikasi realisme ekspresionis, bernarasi realisme sosial, isu-isu moralistik adalah catatan–catatan harian yang ‘sensual’ dari Kembang Sepatu. ‘Sensual’, lantaran ada unsur populer, sinikal dan satire dapat terbaca dari karya-karyanya.

Kembang Desa, 80 x 60 Mixed Media on Canvas 2022

Supantono juga memberangkatkan karya-karyanya sebagai jelmaan dari perenungan sehari-hari dalam perspektif humanisme; deformasi manusia dan lingkungan flora-fauna menjadi idiom penting untuk narasi visualnya. Karyanya bernas khas seni rupa Timur, basis

dekoratifnya sangat kuat. Estetika visual – lewat gubahan warna, karya Supantono juga memendarkan citra romantik, kendati kadang terasa ada sesuatu yang muram-menyelinap.

Kedua pelukis ingin mengajak para pecinta seni, para apresian, pengamat seni dan juga kaum pelajar serta para rekan sesama profesi untuk membaca dan menyimak serta menikmati literasi visual yang dijelmakan dari masing-masing catatatan harian mereka. (*)


share on: