Stikes Guna Bangsa Tingkatkan Pengetahuan Pijat Bayi

share on:
Warga Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten antusias mengikuti kegiatan pelatihan pijat bayi kepada kader dan masyarakat terutama ibu balita || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengetahuan dan ketrampilan pijat bayi kepada kader dan masyarakat terutama ibu balita sangat dibutuhkan, selain dapat menstimulasi tumbuh kembang bayi atau balita juga dapat mempererat bounding atau ikatan emosional yang intens antara ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Siti Fadhilah SSITMKes dalam keterangan tertulis  yang diterima yogyapos.com, Sabtu (30/7/2022).

Terkait hal tersebut, sambung dia bahwa pada Jumat, 22 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengusung tema ‘Pelatihan Pijat Bayi dan Pemanfaatan Bahan Alam Lokal untuk Kesehatan Ibu dan Anak’ dengan memilih lokasi di Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan pijat bayi kepada kader dan masyarakat terutama ibu balita. Selain itu juga memberikan informasi dan pengetahuan tentang pengolahan makanan yang sehat dengan memanfaatkan bahan alam di sekitar rumah,” terang Siti.

Menurut dia, pijat bayi dikenal sebagai tradisi turun temurun sejak dahulu dan biasanya dilakukan oleh dukun bayi secara tradisional. Pijat bayi telah terbukti secara empirik dalam membatu menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita.

“Saat ini pijat bayi telah dikembangkan dan dilakukan secara modern dan berdasarkan evidence based. Dengan adanya pelatihan pijat bayi ini, diharapkan ibu-ibu Desa Sapen dapat secara mandiri melakukan pemijatan terhadap bayi atau balitanya masing-masing,” harap dia.

Ditambahkan, selain dapat menstimulasi tumbuh kembang bayi atau balita, pijat bayi mempererat bounding antara ibu dan bayi. Pihaknya mengapresiasi kepada seluruh peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan.

“Pada sesi pengolahan menu bergizi didemonstrasikan tentang pembuatan pudding waluh atau labu kuning dan es krim kelor. Waluh dikenal memiliki  kandungan nutrisi yang baik seperti magnesium, vitamin A, vitamin C dan kalsium.  Daun kelor (Moringa oleifera) juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi dan aman dikonsumsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bidan Desa Sapen Erni Adhaningsih mengatakan selama ini masyarakat Sapen belum memanfaatkan daun kelor sebagai bahan makanan karena memang tidak mengetahui bagaimana cara mengolahnya.

“Maka dengan adanya pelatihan ini, kader dan ibu bayi dan balita  mendapat inspirasi untuk memanfaatkan kelor atau waluh untuk diolah sebagai makanan sehat,” tutur Erni.

Kegiatan juga dihadiri tim terdiri dari Selasih Putri Isnawati Hadi STr Keb MTrKeb, Indah Purnamasari SST MTrKeb,  Eka Vicky Yulivantina SST MKeb, Chentia Misse Issabella SST MTrKeb, Galuh Tunggal Prastiti SSTMTrKeb, Lia Ayu Kusumawardani SST MTrKeb dan  Riska Ismawati Hakim StrKeb MTrKeb ini. (*)

 


share on: