Songsong New Normal, Pengelola Obwis di Dlingo Lakukan Pembenahan

share on:
Rehab gapura obwis, salah satu pembenahan menyambut Ne Normal dan menciptakan daya tarik wisatawan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Persiapan menghadapi New Normal yang rencananya akan diberlakukan oleh Pemerintah DIY mulai awal Juli 2020, pengelola Obyek Wisata (Obwis) di Kecamatan Dlingo Bantul, mulai melakukan pembenahan berbagai fasilitas. Tiga diantara Obwis tersebut adalah Seribu Batu, Hutan Pinus dan Becici.

"Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai kegiatan terkait dengan pencegahan dan pemberantasan virus Corona (Covid-19). Sedangkan sejak lima hari yang lalu hingga satu bulan mendatang melakukan pembenahan dan penataan lebih lanjut obyek wisata di Dlingo,” ungkap Pengelola Wisata Mataram, Ipung Purwo Harsono, di Obyek Wisata Seribu Batu, Senin (1/6/2020).

Ipung mengungkapkan, para tuan rumah serempak dan kompak dalam melakukan persiapan yang dibutuhkan, yakni dengan melibatkan 100 personel. Bahkan mereka melakukannya secara lembur, mengingat waktu yang singkat hanya sebulan ke depan.

Meski dalam hal ini banyak kendala yang dihadapinya, namun para pengelola tetap bekerja ekstra keras. Kendala yang dihadapi diantaranya biaya yang tersedia terbatas dan sudah habis. Fasilitas yang ada banyak yang rusak akibat sejak adanya Covid-19 dan obyek wisata ini ditutup. Ini menjadikan tidak ada pengunjung sama sekali. Ternyata bangunan yang biasanya dikerumuni orang, apabila tidak dijamah orang menjadi rusak. Inilah yang terjadi di obyek wisata di Dlingo.

Selama ditutup, papar Ipung, tidak ada sama sekali pemasukan. Anggaran yang diperoleh dengan cara hutang sejumlah Rp 20.000.000 juga sudah habis untuk membeli berbagai material yang diperlukan.

Mengenai berbagai fasilitas yang dilakukan perbaikan untuk menciptakan daya tarik baru diantaranya gapura, rumah tradisional dan pagar jalan (gang) di obyek wisata. Salah satu fasilitas baru yang kini juga dipersiapkan yaitu puluhan tempat cuci tangan bagi para wisatawan.

"Yang menjadi kendala dan harus ada dalam pelaksanaan New Normal untuk obyek wisata di Dlingo adalah SOP untuk pedoman dalam pengelolan dan  pelayanan kepada para wisatawan. Tentang protokoler misalnya, apabila jarak antara seseorang dengan yang lainnya minimal satu  meter dan saat masuk ke lokasi wisata harus diperiksa suhunya,” jelasnya.

Ipung mengatakan, apabia duduk wisatawan diatur dengan jarak satu meter, bagaimana jika ia marah, bila suhu diatas 36 lalu bagaiaman penanganan yang harus dilakukann oleh pengelola wisata.

“Ini tentunya harus ada petunjuk khusus atau juklakjuklis (petunjuk pelaksana dan tehnis) dari Pemerintah. Ini tujuannya untuk mengantisipasi kesalahpahaman antara pengelola wisata dengan wisatawan. Masalah lainnya adalah hingga kini banyak warga pedesaan di Dlingo, ternyata belum paham betul bahkan tidak tahu apakah itu Covid-19.

Terlepas dari hal apapun, sekalipun untuk wilayah DIY kini masih dalam perpanjangan Tanggap Darurat Covid-19, namun yang jelas kini para pengelola obyek wisata di Dlingo berupaya semaksimal mungkin melakukan persiapan untuk menghadapi New Normal yang santer akan diberlakukan awal Juli 2020. (Supardi)


share on: