SMPN 3 Bantul Siap Hadapi PTM Terbatas

share on:
Kepala SMPN 3 Jetis Bantul, Widodo SPd MPd didampingi Ketua Pelaksana PTM Drs Bambang Agung S kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Kamis (7(/10) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Semua sekolah di Kabupaten Bantul kini mulai persiapan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang akan dimulai efektif pada Senin (11/10). Tak terkecuali SMPN 3 Jetis, sudah sejak beberapa hari lalu menyiapkannya dengan melakukan koordinasi seluruh tenaga pengajar.

“Sejak beberapa hari terahir ini kami para guru dan karyawan sudah melakukan persiapan. Kini bisa dibilang telah siap untuk melaksanakan PTM Terbatas dengan mengacu pada ketentuan dari Pemerintah Pusat, DIY dan Bantul,” kata Kepala SMPN 3 Jetis Bantul, Widodo SPd MPd didampingi Ketua Pelaksana PTM Drs Bambang Agung S kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Kamis (7(/10).

Persiapan yang telah dilakukan diantaranya membentuk Tim Satgas Penanggulangan Penyebaran Covid-19, membentuk Tim Pelatihan dan Humas maupun Tim Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan. Selain itu juga membuat uraian rencana kerja Tim Satgas. 

Bahkan para guru dan karyawan juga telah melakukan rapat koordinasi secera komprehensif agar satgas itu bisa bekerja dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan dan planing yang telah dirancang.

“Itu semua ditempuh dengan target PTM Terbatas bisa berjalan lancar dan diupayakan guna mengantisipasi penyebaran Covid -19 dan bahkan bisa menjadi edukasi pemberajtasan Covid -19 bagi lingkungan sekolah dan para wali,” jelas Widodo.

Disebutkan diantara teknik pelaksanaan PTM Terbatas di sini bahwa mulai hari pertama setiap siswa/siswi per minggunya masuk sekolah dua kali dengan 80 menit tatap muka. Sebelum masuk tatap muka para siswa juga diberikan tutorial protokoler kesehatan selama 5 hingga 10 menit. 

“Dalam hal ini kami akan memperhatikan dan melaksanakan dengan seksama prokes kepada seluruh guru, karyawan dan siswa bahka wali yang mengantar ataupun menjeput siswa. Misalnya memberlakukan harus pengukuran suhu,  bermasker dan cuci tangan dan jaga jarak termasuk bagi wali yang mengantar ataupun menjemput murid,” jelasnya.

Bagi anak yang diketahui belum vaksin, akan mengektifkan melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas Jetis. Tujuannya agar siswa yang bersangkutan agar segera bisa bervaksin. 

Sementara itu menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul, Yasmuri, pihaknya menyambut positif adanya PTM Terbatas di Bantul. Hanya saja keseriusan dan kehati-hatian bagi para guru, karyawan, siswa dan wali harus benar-benar ada. 

“Mereka harus mentaati prokes, dilaksanakan di zona hijau dan harus ada satgas Covid-19 di sekolah,” tandas Yasmuri. 

Dalam hal ini, pihaknya akan aktif monitoring tentang pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan penyebaran Covid-19. (Supardi)

 


share on: