SMK Muhammadiyah 1 Bantul Jalin Kerjasama dengan PT Global Intermedia Nusantara

share on:
Penandatanganan MoU SMK Muhammadiyah 1 Bantul dengan PT Global Intermedia Nusantara, Rabu (1/12) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebagai upaya untuk menciptakan lapangan kerja bagi para lulusannya, SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba) mengadakan Memorndum of Understanding (MoU) dengan PT Global Intermedia Nusantara, di meeting room SMK ini, Rabu (1/12).             

Kesepakatan kerjasama sebagai salah satu implementasi komitmen agar para lulusan SMK ini terserap di dunia usaha dan industri. Penanda tanganan dilakukan Kepala SMK Harimawan SPd T dengan Perwakilam dari PT Global Intermedia, Eko Sutrisno disaksikan Wakil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DIY, Suhirman MPd dan perwakilan Pimpian Daerah (PD) Muhammadiyah Bantul dan PW Muhammafiyah DIY serta senjumlah managemen SMK Musaba.  

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Harimawan dalam sambutannya mengagatakan berkeinginan agar kegiatan terbuts benar-benar terimplementas. SMK Muhammadiyah 1 Bantul bertekad untuk bekerjasama sampai rekruitmennya. Dari sekolah ini juga sudah ada beberapa siswa yang diterima bekerja di PT Global Intermedia. Di tahun ini ada 2 guru juga magang dan akan terus berlangsung.

“Maka para guru nantinya dapat mengupgrade ilmu-ilmu sebagai pengetahuan. Kita harapkan guru tersebut bisa mentransfer ilmunya kepada anak-anak terkait dengan upgrade tersebut,” jelasnya. 

Dikatakan, masinng-masing pihak harus optimis bahwa bersama Global Intermedia, SMK Muhammadiyah 1 Bantul sudah terimplementasi sejumlah programnya. Dengan MOU ini tidak sekadar dituangkan diatas kertas, melainkan harus benar-benar dilaksanakan di SMK tersebut. 

Pada kesempatan sama, Staf Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Usfatun Kasanah mengungkapkan MoU PT Global Intermedia Nusantara tersebut dengan program keahlian pengembangan perangkat lunak SMK Mahammadiyah 1 Bantul. Kerjasama sendiri sudah dilaksanakan pada tahun 2018 meliputi Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa, magang guru, penyaluran lulusan sekolah dan sinkronisasi kurikulum. Hal ini juga mencakup banyak aspek, meliputi seluruh tahapan konsep 8+1 (industri). “Selain itu ada program guru tamu atau hadirnya praktisi dari dunia industri (PT Global Intermedia Nusantara -red) ke sekolah untuk mengajar,” jelas dia. 

Kemitraan ini, tambahnya, sangat membantu sekolah khususnya terkait perkembangan industri sekarang tengah diaplikasikan. Maka perusahaan ikut berkontribusi menyiapkan siswa siap kerja. Artinya  kerjasama dengan SMK Muhammadiyah 1  Bantul terkait program yang akan dipakai dunia usaha.  

“Istilahnya kita SMK Muhammadiyah 1 Bantul sebagai miniatur industri. Jadi kita sebagai miniaturnya PT Global Intermedia Nusantara. Sehingga nanti jika ada project banyak,  itu akan melibatkan siswa kami dalam pengerjaannya,” ujarnya. 

Selama ini secara umum lulusan SMK Muhammadiyah 1 Bantul langsung diterima diperusahaan dalam negeri. Namun ada juga  berwirausaha secara mandiri dan menyerap tenaga kerja lulusan. Selain itu merupakan upaya SMK ini sebgai sekolah pusat unggulan.  (Spd)

 


share on: