Yogyapos.com (YOGYA) – Setelah dinyatakan lulus menempuh studi, sebanyak 421 murid kelas XII SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta resmi dilepas oleh Plt Kepala Sekolah Drs H Herynugroho MPd, di Sportorium UMY, Kamis (7/5/2026).
BACA JUGA: Latihan Irama Perkutut P3SI Sleman Kian Diminati, Kungmania Siap Ramaikan LPJI Phoenix Cup 3
Ketua panitia, Bayu Dwi Pinto Kurniawan SSos, mengatakan kegiatan pelepasan tahun ini berangkat dari perjuangan panjang seluruh murid selama menempuh pendidikan di SMA Muhi.
BACA JUGA: Tim Jateng Dominasi Final Campus League 2026-Basketball Region Jogja
“Pelepasan ini menjadi simbol perjuangan panjang yang telah dilalui bersama. Banyak tantangan yang dihadapi, namun seluruh murid mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan penuh semangat,” ujarnya.

Acara pelepasan diwarnai penampilan solo vokal dan biola, tari kreasi tradisional, serta pemutaran video dokumenter perjalanan kelas XII. Selanjutnya kirab pimpinan sekolah, wali kelas, dan pendamping menuju lokasi acara utama.
BACA JUGA: Unjaya Perkuat Sinergitas dengan Korem 072/Pmk
Drs H Herynugroho MPd menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian kelulusan seluruh murid kelas XII. Kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal perjuangan menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. “Tantangan digital, AI, dan globalisasi yang bergerak cepat sedang menanti kalian. Namun kalian telah dibekali ilmu, karakter, dan nilai-nilai yang kuat selama belajar di SMA Muhi,” ungkapnya.
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Sukses Gelar Mancawarni 2026 di Malioboro
Ketua Komite Sekolah, Prof Fathul Wahid ST MSc PhD, dalam sambutannya menilai SMA Muhi memiliki budaya belajar yang menyenangkan sekaligus kompetitif secara sehat. Menurutnya, sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menanamkan nilai adab, penghargaan terhadap perbedaan, serta semangat kebersamaan dan kekeluargaan.
BACA JUGA: GKR Hemas: Semangat Kartini Harus Terus Hidup
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad MAg, berpesan agar seluruh lulusan tetap menjaga identitas sebagai kader Muhammadiyah dan calon pemimpin bangsa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga salat, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga pergaulan dengan adab yang baik di tengah perkembangan zaman yang semakin terbuka. (*/red)
