Yogyapos.com (SLEMAN) - Sleman Temple Run (STR) 2025 akan digelar pada 10 Agustus 2025. Berbeda dengan event-event sebelumnya, pada kegiatan tingkat dunia ini, seluruh peserta akan melintasi rute di Candi Ratu Boko dan candi-candi di sekitarnya.
"Insya Allah nanti seluruh pelari akan melintasi Candi Ratu Boko, kalau yang kemarin yang melintasi candi ini hanya yang ketegori 30 km dan 15 km," kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid dalam konferensi pers, Rabu (9/4/2025).
BACA JUGA: Transaksi di Festival Klangenan Bantul Tembus Rp 1,2 Miliar
Ishadi menjelaskan, sebelumnya event ini terpusat di Candi Prambanan, namun kali ini para peserta akan melalui rute yang terdiri Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Miri dan Candi Ijo.
"Event ini hanya dimiliki Kabupaten Sleman dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari dunia dengan rute melewati candi-candi yang menyuguhkan pemandangan indah serta kekayaan budaya dan kesenian tradisi masyarakat lokal," jelasnya.
BACA JUGA: Letkol Inf Yusuf Prasetyo Menjabat Dandim 0732/Sleman
Pada penyelenggaraan yang ke-10 ini pihaknya menargetkan jumlah peserta lebih dari 1.000 orang baik dari lokal maupun manca negara. Bahkan kegiatan ini mendapat rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) yang sudah terdaftar Intermational Trail Run Association (ITRA).
"Kalau kita kemarin kita targetkan 500 pelari, tahun kemarin tercapai diangka 1.500 peserta, dikuti sejumlah pelari-pelari asing dari 15 negara," ujarnya.
BACA JUGA: Kapolres Bantul Apresiasi Kinerja Anggotanya dan Kepatuhan Masyarakat
Dampak ekonomi yang diharapkan yakni mengangkat UMKM, termasuk meningkatkan kunjungan ke homestay, hotel dan restoran di sekitar Prambanan.
"Sehingga dampak ekonomi dapat kita rasakan, selain itu menjadi media promosi wisata, " katanya.
"Lomba lari ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 60 juta, dibagi menjadi tiga kategori, yakni 7K, 15K dan 30K," imbuhnya.
BACA JUGA: Wisatawan Asal Demak Bermaksud Ambil Bola Terseret Ombak
Sementara itu Race Director STR 2025, Roostian Gamananda, menambahkan pada penyelenggaraan kali ini akan lebih maksimal melibatkan masyarakat sekitar, seperti penyajian kesenian tradisional disepanjang rute.
"Jadi ada kolaborasi antara lari dan budaya. Pendaftaran akan mulai dibuka pada 19 April 2025," sambungnya. (Opo)
