Sinergi Wisata Jateng-DIY: Ditjen Perhubungan Darat Luncurkan KSPN

share on:
Pihak Ditjen Perhubungan Darat dan pihak Perum Damri berfoto didepan armada KSPN || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, menunjuk Damri sebagai operator program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sebagai sinergitas pariwisata antara wilayah DIY dengan Jateng.

Untuk saat ini pihak Damri menyediakan 4 armada bagi wisatawan yang hendak melakukan perjalanan ke Yogya-Borobudur, ataupun sebaliknya. Titik kumpul dari Bandara NYIA langsung ke Borobudur. Ada juga yang dari hotel Grand Inna Malioboro-Jombor-Borobudur. Untuk harga tiket dibandrol Rp 25 ribu tiap orang.

Kasubdid Angkutan Multimoda dan Antarmoda Ditjen Perhubungan Darat, Ahmad Wahyudi menjelaskan, program ini untuk menggerakkan roda ekonomi lini pariwisata di DIY dan Jateng.

“Ini adalah upaya kongkrit pemerintah untuk meningkatkan daya tarik wisatawan domestik maupun internasional. Dengan memberikan layanan transportasi yang memprioritaskan keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, keseteraan dan keteraturan. Dari planning schedule, program KSPN ini akan bergulir awal tahun 2021,” ungkap Ahmad Wahyudi dalam soft launching Program KSPN di hotel Grand Inna Malioboro, Sabtu (4/7/2020) siang.

Sri Purwanto selaku Direktur Keuangan Damri Sri mengatakan, dengan program ini diharapkan wisatawan bisa sampai di lokasi tepat waktu. “Semua sesuai dengan jadwalnya. Karena jarak antara armada satu dengan yang lain sudah pasti. Tidak menunggu semua penumpang penuh. Untuk sementara jumlah penumpang kami batasi, maksimal 9 orang tiap armada. Protokol kesehatan juga diterapkan seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer dan masker. Hal ini sebagai bentuk upaya menekan laju penyebaran Covid-19,” ujar Sri Purwanto.

Sedangkan General Manager Grand Inna Malioboro, Ni Komang Darmiati mengaku bangga dengan penunjukan Grand Inna Malioboro sebagai meeting point (titik berangkat) armada KSPN. “Program ini sangat bisa mendongkrak nilai ekonomi para pelaku usaha wisata. Dan tentunya mempermudah tamu-tamu kami yang hendak menyambangi Borobudur,” katanya singkat. (Fadholy)

 

 

 

 


share on: