Sekolah Tak Berwenang Mengakses Hasil UTBK

share on:
Prof Budi Prasetyo Widyobroto

Yogyapos.com (BANTUL) - Pelaksanaan SPBM 2022 berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan tahun 2021 lalu. Untuk itu, pihak sekolah diharapkan mempersiapkan diri secara lebih dini.

Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Prof Budi Prasetyo Widyobroto, menjelaskan tujuan utama pelaksanaan SPMB adalah mendapatkan calon mahasiswa unggulan. Oleh sebab itu, LTMPT berperan memfasilitasi para rector dari berbagai Politeknik, PTKIN, Pendidikan Vokasi serta rector kampus lain, sehingga setiap tahun LTMPT dituntut untuk menyelenggarakan SPMB secara baik. Meski demikian, masih ada yang mengira bahwa LTMPT punya kewenangan menentukan penerimaan calon mahasiswa di sebuah PTN.

“LTMPT tidak punya hak untuk menentukan peserta diterima atau tidak diterima. Karena LTMPT fungsinya hanya menerima dan mengolah data,  bagi calon mahasiswa jalur SNM PTN dan SBMPTN. Jadi yang menerima atau  tidak ya rector masing-masing,” tandas Budi dalam penjelasan secara daring kepada peserta sosialiasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di Grand Rohan Yogya, Senin (27/12/2021).

Selanjutnya Budi menjelaskan, dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) nantinya masih menggunakan prokes Covid-19, sedangkan hasil UTBK hanya akan disampaikan kepada peserta UTBK serta PTN yang menjadi pilihan peserta. Oleh karena itu sampai saat ini pihak sekolah masih belum bisa mengakses hasil UTBK tersebut. Sedangkan hasil UTBK akan disampaikan setelah pelaksanaan SBMPTN. 

Mengenai jalur dan kuota seleksi, lanjut Budi, masih sama dengan 2021 yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri. Karena itu, agar dapat mengikuti UTBK maka semua peserta harus memiliki akun baru LTMPT. 

“Untuk adik-adik kelas 12 diminta membuat akun LTMPT. Sedangkan bagi lulusan tahun 2020/2021 dan ingin mendaftar UTBK lagi juga harus membuat akun LTMPT baru. Sedangkan sekolah diijinkan untuk menggunakan akun yang sudah dimiliki,” tegas Budi. 

Ditambahkan Budi, pengisian data yang disampaikan ke LTMPT menjadi tanggung jawab sekolah karena pihaknya tak akan merubah satu karakter pun dari data yang telah disampaikan. 

Berkaitan dengan pilihan program studi, Budi menerangkan, khusus SNMPTN agak spesifik, karena pada prinsipnya untuk memilih program studi, setiap peserta dapat memilih dua program studi dari satu PTN yang sama  atau dua PTN yang berbeda. Kalau memilih dua program studi dari PTN yang berbeda maka salah satu harus dari PTN yang sama propinsi tempat asal SLTA . 

“Sebagai contoh, kalua SLTA-nya di Makasar tidak bisa memilih UGM dan UNY. Tetapi, salah satunya harus PTN di wilayah sana,” tandas Budi. 

Disampaikannya bahwa tanggal penting dalam kegiatan SNMPTN yang akan datang adalah, penetapan siswa eligible 4 Januari–8 Februari 2022, pengisian PDSS 8 Januari–8 Februari, pendaftaran SNMPTN 14-28 Februari dan pengumuman SNMPTN 29 Maret. Budi Prasetyo berpesan bahwa informasi resmi SNMPTN dapat dilihat pada laman resmi LTMPT atau layanan call center 0804 1 450 450.  (*/Sulityawan Dibyosuwarno)

 


share on: