Sejumlah Sekolah Siapkan Genset untuk ASPDK

share on:
SMP Muhammadiyah 2 siapkan genzet di halaman sekolah || YP-Baharuddin Kamba

Yogyapos.com (YOGYA) - Sejumlah Sekolah SMP sederajat di Kota Yogyakarta menyiapkan mesin genset untuk mengantisipasi listrik padam, agar pelaksanaan Assesmen Standarisasi Pendidikan Daerah Berbasis Komputer (ASPDK) dengan sistem semi online berjalan lancar. 

Seperti di SMPN 8 Kota Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta menyiapkan mesin genset sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu aliran listrik mengalami pemadaman.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Yogyakarta, Binarsih Sukaryanti mengatakan pihaknya menyiapkan dua unit mesin genset untuk mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik oleh pihak PLN. Dua unit mesin genset menggunakan dana dari Biaya Operasi Sekolah (BOS).

Hingga pelaksanaan ASPDK pada hari kedua (Rabu,18/05/2022) berlangsung di SMP N 8 Kota Yogyakarta berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala apapun.

Siswa SMP N 8 Kota Yogyakarta yang mengikuti ujian ASPDK sebanyak 317 ditambah satu peserta dari sekolah lain. Sehingga totalnya 318 peserta. Yang dibagi menjadi dua sesi dan menggunakan 8 ruang laboratorium komputer. Masing-masing ruangan diisi 20 peserta ujian.

Sementara itu pemantauan pelaksanaan ASPDK di SMP Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta diikuti sebanyak 260 siswa. Yang dibagi menjadi lima ruangan.

Kepala Sekolah Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta, Naning Hidayati mengatakan pelaksanaan ASPDK di sekolahnya dibagi menjadi dua sesi. Guna mengantisipasi listrik padam, pihak sekolah juga menyiapkan mesin genset.

“Di SMP Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta ada satu siswa yang tidak mengikuti ujian ASPDK karena sakit. Dan akan mengikuti ujian ASPDK susulan pekan depan,” ujarnya.

Pelaksanaan ASPDK di SMP Kanisius Gayam Kota Yogyakarta diikuti sebanyak 93 siswa. Yang dibagi menjadi dua. 

Kepala SMP Kanisius Gayam Kota Yogyakarta, Tatak Handaya menerangkan ada 47 siswa yang mengikuti ASPD pagi hari dan 46 siswa pada siang harinya. Sehingga totalnya ada 93 siswa. Yang dibagi menjadi tiga ruangan. (Baharuddin Kamba)

 


share on: