SD Muhammadiyah Gondanglegi Dipercaya Uji PTM

share on:
Kepsek SD Muh. Gondanglegi, Sri Purwatininghandayani terjun langsung melakukan pemantauan PTM terbatas || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Gondanglegi menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai uji percontohan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas masa transisi di wilayah Kapanewon Tempel, 4 lain sekolah yang menjadi percontohan diantaranya SD Klegung 1, SD Klegung 3, SD Margorejo dan SDN Merdikorejo.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman No. 421/4187 tanggal 30 September 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Drs Ery Widaryana MM.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gondanglegi, Sri Purwatininghandayani SPd MPd menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya milai hari ini melaksanakan PTM terbatas dan menjadi salah satu sampling dari 5 sekolah yang berada di wilayah Kapanewon Tempel.

“Kita mengacu dengan surat edaran yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, sesuai SOP diterapkan pada hari pertama ini dan ke dua nanti, yaitu untuk kelas 5 dan kelas 6. Kemudian untuk hari ketiga untuk kelas 4 dan ke empat bagi kelas 1 dan kelas 2, jadi pelaksanaan ini karena ada penunjukan dari dinas,” terang Sri Purwatininghandayani kepada yogyapos.com di sekolah yang terletak di Kalurahan Merdikorejo, Senin (11/10/2021) pagi.

Menurut dia, dalam pelaksanaan masing-masing dibagi dalam 2 sift, yakni mulai jam 07.30 WIB sampai dengan 09.30 WIB dan sift ke-2 dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB - 11.00 WIB. Dalam penggunaan ruangan dirancang secara bergantian, ruangan yang usai dipakai proses pembelajaran langsung disterilisasi dan untuk sift selanjutnya memanfaatkan ruangan lain yang telah dipersiapkan.

“Yang penting kita mengedepankan 3 K, keamanan, kesehatan dan keselamatan siswa, sesuai protokol kesehatan. Kita sudah melaksanakan persiapan dan telah disetujui oleh Dinas Pendidikan, selain itu seluruh pengajar sekolah telah melaksankan vaksin,” jelasnya.

Koordinator Satgas Covid-19 SD Muh. Gondanglegi, Utma Masniyati Saniya SPdI SPd MPd menyambut baik penerapan PTM terbatas masa transisi ini, dia berharap semua guru, karyawan dan siswa melaksanakan taat prosedur prokes yang telah ditetapan.

“Dalam PTM terbatas ini sekolah menguatkan kerjasama dengan stakeholder di lingkungan sekolah guna kelancaran pelaksanaan PTM ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sleman, Drs Ery Widaryana MM melalui Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Sleman, Rira Meuthia mengatakan pelaksanaan PTM terbatas kali ini dilaksanakan dengan sistem sampling, sekolah yang ditunjuk telah lolos verifikasi oleh Pengawas.

“Insyallah kalau pelaksanaanya berjalan dengan lancar, satu minggu kedepan akan kami evaluasi diharapkan kedepan akan menambah lagi sasaran sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, hari ini kita lakukan pemantauan dengan Pengawas, tim Dinas Pendidikan, Kapanewon dan tim Satgas Covid-19, anak-anak terlihat sangat senang dan berseri-seri karena mereka sudah merindukan ingin sekolah,” ungkap Rira di ruang kerjanya.

Sejauh ini, lanjut dia, tercatat sebanyak 85 sekolah dasar yang telah menggelar PTM terbatas, terdiri dari 69 sekolah negeri dan 16 sekolah swasta.

“Jadi dimasing-masing kapanewon ditetapkan 5 sekolah, jadi ujicoba selama satu minggu, kami mohon doanya agar semua ini berjalan sesuai yang diharapkan sehingga pembelajaran tatap muka ini dapat berjalan seterusnya,” mohonnya. (Opo)

 

 

 

 

 


share on: