Satreskrim Polresta Sleman Gulung Komplotan Pencuri Kabel Tembaga

share on:
Petugas menunjukan sejumlah barang bukti yang ditunjukkan kepada wartawan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Satreskrim Polresta Sleman berhasil meringkus komplotan pencuri kabel tembaga yang beraksi di wilayah Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman.

Aksi tersebut dilakukan pada sebuah tempat usaha penggilingan batu bernama CV. BUM, atas kejadian tersebut pemilik berinisial M menderita kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

“Kita berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa kabel tembaga,” jelas Wakapolresta Sleman Kompol Kompol Andhyka Donny Hendrawan kepada wartawan di Lobi Mapolresta Sleman, Senin (14/11/2022)

Kasat Reskrim Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Rony Prasadana menambahkan pelaku terdiri empat pelaku laki-laki dan telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial R (37), BM (32), RM (26), dan ZA (29) seluruhnya tercatat merupakan warga Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

“Kejadian bermula pada hari Sabtu 8 Oktober 2022 sekira pukul 16.00 WIB pabrik selesai beroperasi dan para karyawan pulang, saat tanggal 10 Oktober pemilik datang pada pukul 07.00 WIB karena mendapat laporan dari saksi, didapati panel PLV hilang berisi dua kabel tembaga masing-masing sepanjang 15 meter,” jelas Rony.

Empat tersangka yang berhasil digulung petugas Satreskrim Polresta Sleman || YP-Eko Purwono

Setelah dilakukan pengecekan ternyata mesin sudah tidak dapat dioperasikan. Kemudian korban melapor ke Kepolisian. Penyelidikan langsung dilakukan dan pada 15 Oktober petugas mencurigai keberadaan 1 unit mobil Honda Mobilio yang dikemudilan oleh komplotan pelaku. Alhasil setelah dihentikan dan dilakukan pengeledahan akhirnya terungkap mereka merupakan pelakunya.

“Modus pelaku mengambil kabel pada malam hari saat situasi TKP sepi, hasil dijual kepada pengepul,” ungkapnya.

Hasil pengakuan para tersangka, telah dilakukan aksi serupa sebanyak tiga kali dan masuk di wilayah Sleman dan dilakukan sebagai sumber mata pencaharian.

“Keempatnya disangkakan Pasal  363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun,” tandasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain satu unit Mobil Honda Mobilio, obeng tespen, kunci leter L, senter, tas slempang, satu tang pemotong kabel dan empat karung kupasan kulit kabel. (Opo)

 

 


share on: