Yogyapos.com (BANTUL) - Kabar membanggakan datang dari Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul. Sanggar Anak Tumbuh berhasil lolos tahap asesmen wilayah dalam Program Pelita (Penggerak Literasi Indonesia).
Kabar tersebut disampaikan Ketua Asesor Andi Ahmadi bersama Tim Asesmen Wilayah Sekolah Literasi Indonesia (SLI) saat melakukan kunjungan ke Sanggar Anak Tumbuh di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong, Bantul, pada Rabu (4/3/2026) siang.
Kegiatan asesmen wilayah ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa. Hadir dalam pertemuan tersebut Lurah Panjangrejo Mudiyana, Dukuh Semampir Ashadi Miftahul Huda, Ketua RT 02 Margana, serta jajaran pengurus Sanggar Anak Tumbuh, yakni Fitroh Dwi Nugroho, Atina Rizanatul Fahriyah, dan Mustakhiqqul Jannah.
Program Pelita merupakan inisiatif penguatan literasi desa yang diinisiasi oleh oleh GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dan dilaksanakan bersama Sekolah Literasi Indonesia. Program ini bertujuan membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal serta melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dalam kegiatan asesmen tersebut, berlangsung dialog terbuka mengenai kondisi literasi masyarakat di Panjangrejo. Sejumlah tantangan turut disampaikan, di antaranya rendahnya minat baca anak, masih terbatasnya dorongan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, serta belum optimalnya pengelolaan potensi desa berbasis edukasi.
Lurah Panjangrejo, Mudiyana, menyampaikan komitmen pemerintah kalurahan untuk mendukung gerakan literasi yang berkelanjutan di wilayahnya.
“Kami ingin literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca saja, tetapi menjadi gerakan bersama dari tingkat RT hingga kalurahan. Ini adalah kesempatan untuk membangun budaya belajar yang kuat di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Ahmadi menegaskan bahwa keberhasilan program literasi sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa.
“Kami melihat Panjangrejo memiliki potensi kolaborasi yang solid. Jika gerakan ini dijalankan bersama, desa ini berpeluang menjadi model pengembangan literasi berbasis komunitas,” jelasnya.
Di sisi lain, pengurus Sanggar Anak Tumbuh, Fitroh Dwi Nugroho, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebutkan bahwa Sanggar Anak Tumbuh menjadi satu-satunya perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang lolos dalam proses seleksi nasional Program PELITA.
Sanggar Anak Tumbuh yang selama ini aktif menggerakkan komunitas literasi di wilayah Semampir berharap Program PELITA dapat semakin memperkuat sistem gerakan yang telah berjalan. Tidak hanya untuk meningkatkan minat baca anak, tetapi juga membuka peluang lahirnya desa wisata berbasis edukasi yang mampu memberdayakan masyarakat setempat. (Markaban Anwar)
