Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebuah produk lokal UKM jika digarap secara serius, detail dan marketable akan bisa bersaing dengan produk garapan industri. Bahkan jika dikonsep secara matang, bisa mendunia.
Hal ini yang menginisiasi Carrefour Ambarukmo Plaza bekerjasama dengan Dinkop UKM DIY menggelar bazar Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, yang dimulai 27 Februari hingga 1 Maret.
Kepala Dinkop UKM DIY, Ir Srie Nurkyastiwi MMA mengatakan, ini langkah jenius dari Carrefour untuk memfasilitasi produk lokal UKM masuk ke supermarket retail. Biasanya produk UKM hanya bisa ditemui pada pameran instansi. Namun sekarang bisa masuk supermarket besar. “Bicara kualitas, produk UKM itu tidak kalah saing dengan produk pabrikan. Mungkin yang menjadi kendala adalah faktor produksi. Dengan jumlah SDM yang terbatas, kuantitas produk yang dihasilkan pun tidak bisa secara massif. Dengan adanya event ini, kami berharap pelaku kegiatan UKM menggeliat dan ekonomi bergerak positif,” ujar Srie Nurkyastiwi dalam seremonial pembukaan Jumat (28/2).
Zamzam Nurjaman ST selaku Head Sales Carrefour Jateng-Jatim mengutarakan, kegiatan ini merupakan wujud dari transisi Pasar Wirausaha ke Pasar Kompetisi. “Potensi lokal sangat luar biasa. Disitu ada nafas kemandirian gotong royong. Sesuai dengan tagline yang diusung: ‘Global Wirausahanya, Gotong Royong Desanya’. Mari kepada stakeholder terkait untuk bersinergi agar produk UKM ini mendunia. Tentunya melalui proses dan evaluasi,” kata Zamzam didampingi Rika Fatimah ST MSc selaku konseptor acara Bazar G2R.
Sejumlah desa yang mengikuti event tersebut yakni Girirejo, Wukirsari, Sabdodadi (Bantul), Bangunkerto (Sleman), Bejiharjo (Gunungkidul) dan Pagerharjo (Kulonrpogo). Sementara varian olahan produk yang ditampilkan antara lain: ceriping pisang, dodol salak, geplak salak, ceriping gadung, basreng, keripik okra, wedang uwuh, wedang rempah, temulawak dan jahe merah. (Dol)
