Raih Suara Signifikan, Wisnu : Semangat Walau Dana Minim Hasil Gotong-royong

share on:
Wisnu Sabdono Putra SH di ruang kerjanya | YP/Ist

WISNU Sabdono Putra SH salah satu caleg PDIP yang hampir dapat dipastikan menduduki kursi DPRD Kota Yogyakarta. Dalam pemilu 17 April 2019 baru lalu, dia meraih suara signifikan atau diatas ambang batas.

“Iya lebih dari 3000 suara, ini artinya perolehan suara yang aman untuk lolos ke kursi dewan,” ujar caleg Dapil 2 Kota Yogyakarta meliputi Kecamatan Ngampilan, Pakualaman, Wirobrajan dan Gondomanan, membenarkan.

Dalam pemilu kali ini, ujar Wisnu, PDIP meski perolehan suaranya meningkat tetapi diperkirakan mengalami penurunan jumlah kursi di dewan, dari sebelumnya 15 kursi menjadi 13 kursi. Hal itu merupakan konsekwensi dari perubahan peraturan perundang-undangan.


Selalu ada waktu bersama keluarga | YP/Ist

Wisnu menghaturkan terimakasih kepada ribuan konstiuen yang telah memilihnya. Mereka sangat bisa dipastikan memilih sosok politisi muda santun tapi trengginas ini karena benar-benar dapat diharapkan menjadi penyalur aspirasinya.

“Terus terang saja, saya awalnya kurang diperhitungkan atau bukan sosok yang digadhang-gadhang di internal partai,” sela bapak dari dua putri ini.

Itu sebabnya, lanjut dia, ketika kemudian perolehan suaranya tembus melebihi ambang batas persyaratan, maka tak sedikit rekan-rekan di internal partai yang kaget dan sekaligus gembira.

Maklum, awal mendaftarkan diri menjadi caleg dilakukan secara santai. Tak menyiratkan ambisi. Demikian juga selama masa sosialisasi dan kampanye, dilakukannya seperti layaknya menjalin silaturahmi dalam keseharian; mampir sana-sini ke sejumlah komunitas, wedangan dari satu angkringan ke angkringan lain, hingga menjalankan pula kegemarannya mendampingi warga yang kebetulan tengah menghadapi persoalan hukum di bidang pertanahan maupun usaha dagang.


Dalam suatu perhelatan bersama anggota DPR RI Esti Wijayanti | YP/Ist

Muda dari segi usia, bukan berarti ia wajah baru di jagat politik. Wisnu remaja, sejak 1996 sudah kuyub dalam pergerakan bersama rekan-rekannya sesama pendukung PDIP hingga berlanjut 1998. Udara reformasi dimanfaakan untuk menyelesaikan studinya hingga meraih Sarjana Hukum, selanjutnya menekuni dunia penegakan hukum sebagai advokat dan bergabung di Kongres Advokat Indonesia (KAI)

Di tahun-tahun pertama gabung dengan KAI, sejumlah rekannya mengalami ‘penghambatan’ praktik beracara akibat salah tafsir pemberlakuan wadah tunggal advokat. Wisnu tak tinggal diam, ia bersama rekan-rekannya melakukan unjuk rasa ke kantor-kantor pengadilan. Unjuk rasa yang sama juga dilakukan oleh sesama advokat anggota KAI di berbagai daerah.

“Kami berpandangan belum ada wadah tunggal advokat. Sampai sekarang masih berupa multi bar association. Semua organisasi advokat boleh melakukan rekruitmen melalui mekanisme magang, pendidikan khusus calon advokat dan melantiknya,” papar Wisnu yang hingga kini masih menjabat Ketua DPD KAI DIY.


Bersama rekan advokat usai dilantik sebagai Ketua KAI DIY | YP/Ist

Sebagai advokat, Wisnu sering bersinggungan dengan pembelaan hak-hak wong cilik. Mereka kebanyakan terjerat hukum akibat ‘dibodohi’, kemudian lahan usaha dan rumahnya terancam dieksekusi. Tak sedikit pula penanganan perkara penganiayaan, utang piutang, perceraian, pembagian gono gini, serta perbankan dan korporasi.

Diakuinya, secara tidak langsung semua yang dilakukannya di jagat penegakan hukum telah dijadikan investasi sosial selama bertahun-tahun. Orang-orang yang telah dibela dan didampingi dalam memperoleh keadilan itulah yang kemudian menyumbangkan suaranya dalam pemilu baru lalu.

Wisnu mengaku tidak punya basis ekonomi besar. Modal nyaleg sangat minim alias di bawah Rp 100 juta, hasil gotong-royong. Itu semua untuk pengadaan alat peraga dan operasional bersama teman-teman yang sepaham dan sepengharapan.

“Mungkin banyak konstituen yang selama ini mengetahui dan merasakan manfaat kiprah saya sehingga mencoblos saya. Memang sangat terasa selama masa sosialisasi secara persuasif ternyata banyak yang mendukung. Dukungan merekalah yang kian memantabkan saya menjadi caleg hingga memperoleh suara signifikan,” tukasnya.

Ke depan, papar Wisnu, pihaknya benar-benar tak akan selesai menyerap dan menggelontorkan aspirasi masyarakat pemilihnya. Aktivitas bersama mereka bukan hanya dilakukan saat masa reses, tetapi berkesinambungan setiap waktu.

Banyak aspirasi yang akan disalurkan saat mulai menjadi anggota dewan. Salah satunya bidang penyerapan tenaga kerja produktif. “Kita wajib punya tekad meminimalisir pengangguran dengan cara memperbanyak membuka lapangan pekerjaan. Dan tentu saja bidang penegakan hukum,” pungkasnya. (Met)


share on: