PT TWC Luncurkan Program Kampung Ramah Anak di Desa Borobudur

share on:

Yogyapos.com (MAGELANG) - PT Taman Wisata Candi (PT TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko meluncurkan program Kampung Ramah Anak di Dusun Sabrangrowo, Desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (5/5/2021). 

Peluncuran program ditandai pemukulan kentongan oleh Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono bersama Corporate Secretary PT TWC Emilia Eny Utari, TJSL & SME Founding Manager Bambang Sarwo Eddy dan Kepala Desa Borobudur Anwar Ujang.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT TWC menyampaikan, peluncuran Kampung Ramah Anak ini merupakan salah satu Program unggulan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT TWC, yang diharapkan dapat menjadi daya tarik khusus untuk Dusun Sabrangrowo. serta desa-desa disekitarnya.

“Semoga aktivitas ini bisa berkembang, tidak hanya untuk internal saja, tapi harus adakemasannya supaya bisa menjadi satu destinasi khusus berbasislokalitas yang bisa diandalkan,” tutur Dirut PT TWC Edy Setijono dalam keterangan resmi yang diterima yogyapos.com, Kamis (6/5/2021)

Selanjutnya Setijono berharap program ini bisa menjadi nilai tambah pariwisata di kawasan Borobudur yang menjadi destinasi super prioritas sehingga aktivitas warga yang otentik bisa menjadi magnet tersendiri untuk menggaet wisatawan. Namun, pariwisata  dikampung ini  hendaknya hanya sebagai nilai tambah saja, karena yang terpenting adalah aktivitas produktif yg bisa menghidupi aktivitas di dusun yang dikemas dengan estetika bisa menjadi wisata.Jika dimungkinkan, dalam berakifitas tersebut  melahirkan produk-produk yang berbasis aktivitas anak-anak .

Sementara itu, Corporate Secretary PT TWC Emilia Eny Utari menambahkan, program Kampung Ramah Anak bukan hanya tanggung jawab dari Pemdes, Pemerintah pusat, BUMN namun semuanya perlu terlibat, sehingga anak-anak cepat berkembang dan  karakter mereka  lebih mudah terbentuk. Pihaknya melihat bahwa, di kampung tersebut  banyak potensi yang bisa dikembangkan. Salah satunya kebun bambu yang banyak dijumpai di Sabrangrowo.  Apalagi di kampung tersebut dahulu merupakan sentra  industri mainan anak gasingan.

“Melalui program ini kami akan coba untuk membangkitkan kembali segala potensi di tempat ini, menjadi  satu atraksi yang menarik,” ujar Emilia.

Sedangkan, Kepala Desa Borobudur Anwar Ujang mengungkapkan, adanya Program Kampung Ramah Anak ini, pihaknya selaku perangkat desa sangat mendukung program pembinaan dari PT TWC ini, karena  program ini bisa menjadi percontohan di wilayah lain sebagai bentuk pengembangan wisata berbasis lokalitas yang dikembangkan oleh warga sendiri.

"Ada beberapa dusun yang akan kita jadikan potensi baru wisata di Borobudur. Di sini bisa menjadi proyek percontohan. Pemerintah Desa menginginkan adanya perubahan pemikiran di masyarakat yang memiliki pemikiran inovatif dan menjadi pelaku utama dalam program KSPN Borobudur ini," ujar Anwar. (*/Sulistyawan Ds)

 


share on: