Yogyapos.com (BANTUL) - Sedikitnya 400 Sekolah SLTA dan sederajat, Senin (27/12/2021) mengikuti Sosialiasi Sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2022 yang berlangsung secara hybrid di Hotel Grand Rohan Yogyaa. Kegiatan ini ditandai dengan penanda tanganan nota kesepahaman antara UNY dengan perwakilan masing-masing sekolah.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Prof Margana MA MHum menyampaikan, sosialisasi terhadap perwakilan sekolah dimaksudkan agar siswa maupun sekolah dapat mempersiapkan diri dalam menyongsong pelaksanaan seleksi, sehingga pihak sekolah mengawal siswanya untuk melanjutkan studi. Sosialisasi sengaja dilaksanakan jauh hari agar persiapan dapat dilakukan secara maksimal.
“Bulan Januari sudah mulai pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk PTN, sehingga Kepala sekolah dapat menjadi talang atur atau corong kami dalam menyampaikan tatacara SPMB 2022, sehingga para peserta didik dapat mempersiapkan diri lebih awal,” ujar Margana.
Lebih lanjut diungkapkan, seleksi penerimaan mahasiswa baru PTN di DIY termasuk UNY harus menjadi nafas dalam membantu peserta didik yang ingin melanjutkan studi, sehingga para peserta didik dapat turut berkompetisi. Bahkan, terhadap para calon mahasisawa dari keluarga tidak mampu, saat ini juga dapat turut serta berkompetisi, karena ada beasiswa KIP Kuliah.
“Mulai tahun 2022 nanti KIP Kuliah tidak dipukul rata sejumlah Rp 2,2 juta tetapi berdasarkan prodi yang dipilih, sehingga ini akan menarik sekali bagi PTN termasuk UNY untuk mengalokasikan mahasiswa kategori KIP Kuliah. Oleh karena calon mahasiswa yang menghadapi keterbatasan biaya dapat diselesaikan,” tandas Margana.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora DIY Dra Isti Triasih memberikan apreasi terhadap sosialiasi sistem SPMB PTN yang dilakukan oleh UNY. Hal tersebut sangat berguna untuk membekali para siswa sehingga siap memasuki jenjang Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, pihaknya berpesan, agar pihak sekolah juga langsung menyampaikan kepada para siswa sehingga mereka nantinya tidak terlambat dalam melakukan pendaftaran.
“Sistem SPMB PTN ini merupakan sistem berlaku secara nasional. Oleh karena itu, Kasek dan guru BK hendaknya selalu mendampingi saat siswa melakukan pendaftaran. Lebih dari itu, para guru hendaknya mengarahkan siswa dalam memilih jurusan, sehingga siswa nantinya tidak salah pilih," ujar Triasih.
Terhadap siswa berprestasi, lanjut Triasih, guru hendaknya selalu memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa, meskipun sampai saat ini masih dilakukan pembelajaran secara daring. (Sulistyawan Dibyosuwarno)
