Sri Sultan HB X Tegaskan Pedestrian Penuh Malioboro Bukan Berarti Ditutup Total

share on:
Aktivitas warga dan wisatawan di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta ||YP-Jauh Hari

Yogyapos.com (YOGYA) – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara terakit penerapan kebijakan pedestrian penuh di kawasan Malioboro. Sultan menyebut konsep pedestrian penuh itu bukan berarti penutupan total akses kendaraan.

“Harapan dari saya pengertian pedestrian itu bukan kamu punya bayangan Malioboro itu totally tutup. Itu akan kesulitan yang di Malioboro karena ada waktu pengiriman barang dijual di toko, berarti ada logistik yang masuk,” kata Sultan, Kamis (23/7/2026).

BACA JUGA: Empat Jembatan Merah Putih Garuda di Bantul Mulai Difungsikan, Peresmian Dihadiri Danrem

Sultan mengatakan, penataan harus tetap mengakomodasi kebutuhan distribusi barang ke pertokoan. Salah satu caranya melalui pengaturan waktu dan mekanisme tertentu agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

“Disana kan tidak mungkin kalau tidak pakai kendaraan tapi ruang-ruang seperti itu dibuka hanya pada waktu-waktu tertentu, dengan izin tertentu. Jangan bayangkan terus opo-opo tidak boleh,” ujarnya.

BACA JUGA: Konstruksi Tol Yogya-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Ditargetkan Rampung September 2026

Meski demikian, Sultan mengatakan penataan Malioboro tidak cukup hanya mengurangi kendaraan yang melintas. Kawasan tersebut juga harus menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman agar manfaat konsep pedestrian benar-benar dirasakan masyarakat maupun wisatawan.

“Sekarang kan sudah kita lihat bentor manggon di lahan andong, andong jadi parkir pinggir jalan, jadi mempersempit jalan, jadi crowded. Nanti hal seperti itu tidak boleh terjadi. Kalau terjadi ya nanti di depan Pasar Beringharjo itu ya tetap rupek,” kata Sultan.

BACA JUGA: Pemda DIY Tegaskan Tak Ada Larangan JLFR di Malioboro, Pesepeda Tetap Bebas Melintas

Sultan menjelaskan, penerapan konsep pedestrian juga akan mengubah pola sirkulasi kendaraan di kawasan sekitar Malioboro. Jalan-jalan penghubung atau sirip nantinya menjadi akses menuju kantong parkir sebelum pengunjung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

“Dulu konsepnya Malioboro itu jalur utama. Sehingga dari Malioboro baru orang belok ke Dagen, ke Pajeksan dan sebagainya. Tapi kalau itu nanti di-close Malioboro, ya berarti dari Bhayangkara masuk Dagen, masuk Pajeksan untuk parkir, jalan ke Malioboro kan berubah,” ujarnya.

BACA JUGA: Kader GPM DIY dan GPM Kalimantan Barat Bangun Kesepahaman Penguatan Ekonomi Organisasi

Menurutnya, perubahan pola tersebut membuat keberadaan kantong parkir menjadi kebutuhan penting. Penyediaannya tidak harus sepenuhnya dilakukan pemerintah, tetapi juga dapat melibatkan pihak swasta maupun pemilik lahan di sekitar kawasan.

“Makanya saya berharap parkir itu jadi penting, gak mungkin semua disiapkan oleh pemerintah daerah. Di situ juga banyak rumah kosong yang mungkin bisa ada kemauan dari yang tinggal di situ atau yang lain, mereka juga mau jadi tempat untuk parkir, nyewakan tempat parkir atau bangun parkiran di situ, milik swasta atau apa ya silakan aja,” katanya.

 

Pemkot Yogyakarta Siapkan Tim

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan Pemkot telah membentuk tim untuk mengkaji penataan sepuluh ruas jalan penghubung atau sirip di kawasan Malioboro. 

BACA JUGA: Pria di Bantul Nekat Bakar Rumah Orang Tuannya, Bhabinkamtibmas Terluka Saat Padamkan Api

“Kami sudah membentuk tim karena ada sirip-sirip itu jumlahnya ada 10 sirip yang harus kita kondisikan secara serius. Maka minggu ini kami menurunkan tim, satu sirip satu tim untuk mengkaji. Masing-masing sirip kan punya masalah sendiri, masalah pedagangnya, bisa tidak kendaraan putar balik, ada tidak kantong parkirnya,” kata Hasto.

Hasil kajian tersebut akan dibahas secara bertahap bersama Pemda DIY mulai pekan depan. Pembahasan juga mempertimbangkan kebutuhan operasional kawasan, seperti aktivitas bongkar muat barang di pertokoan dan hotel, serta mobilitas masyarakat pada waktu-waktu tertentu.

BACA JUGA: Viral Rumah Diduga Dirusak Debt Collector di Kasihan, Polisi Lakukan Pengamanan Lokasi

“Insyaallah minggu depan kami secara bertahap akan rapat bersama Bu Sekda dan timnya di provinsi. Misalkan empat sirip dulu kita putuskan, setelah itu empat sirip lagi, akhirnya semua sirip tereksekusi, terputuskan kira-kira begitu,” ujar Hasto. (Jhw)

 


share on: