Populasi Ikan Invasif di Perairan Darat DIY Semakin Meningkat

share on:
Kabid Kelautan Pesisir Pengawas Pemda DIY Veronica Vonny Rorong APi MMA

Yogyapos.com (YOGYA) - Maraknya ikan invasif dan ikan yang berpotensi invasive di perairan umum daratan wilayah DIY, membuat Dinas Perikanan dan Keluatan DIY semakin menggencarkan sosialisasi mengenai tata cara penebaran kembali jenis-jenis ikan. Hal tersebut dilakukan agar tidak semakin banyak populasi ikan invasif yang mengancam kelestarian jenis ikan local.

Kabid Kelautan Pesisir dan Pengawasan Pemda DIY Veronica Vonny Rorong APi MMA menyampaikan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis-jenis ikan yang bersifat invasif oleh karena itu, banyak yang kemudian melakukan pelepas liaran diperairan umum daratan, sehingga populasi ikan invasive tersebut  semaikin meningkat. Adapun jenis ikan yang bersifat invasive maupun berpotensi invasive antara lain lele, nila,  bawal dan beberapa jenis ikan hias.

“Jenis-jenis ikan tersebut mereupakan ikan budidaya yang hanya boleh berada di kolam yang terkontrol. Sebab, kalau dilepas liarkan akan berpotensi untuk menginvasi jenis ikan lokal yang sekarang ini jumlahnya sudah semakin langka,” ujar Vony kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/11/2022 ).

Ditambahkan Vonny, pelarangan pelepas liaran ikan invasive tersebut merupajan kebijakan baru dari Kementrian Perikanan dan Kelautan akibat adanya temuan dari hasil penelitian asal usul ikan. Dicontohkannya, awalnya jenis ikan Nila dianggap sebagai ikan lokal, padahal ikan tersebut sesungguhnya merupakan  hasil persialangan  dua jenis ikan asal luar negeri yang sengaja dibudidayakan untuk kepentingan ekonomi. Temuan baru ini yang kemudian disosialisasikan melalui larangan pelepas liaran jenis-jenis ikan tertentu ke perairan umum daratan.

“Tetapi waktu itu belum ada informasi bahwa ikan nila termasuk ikan yang berpotensi invasive,” ujar Vonny.

Selanjutnya Vonny juga menjelaskan,  berdasarkan hasil penelitian, keberadaan ikan-ikan invasif diperairan umum daratan ini sampai saat ini mampu memusnahkan sebanyak 30 persen dari populasi ikan local. Jika tidak ditanggulangi maka dalam waktu singkat ikan-ikan lokal itu akan segera punah karena tak mampu bersaing secara alami dengan jenis-jenis ikan tersebut. 

Apalagi selain bersifat dominasi koloni, ikan-ikan invasive tersebut jika berada di perairan umum juga berpotensi menularkan penyakit terhadap ikan local, sehingga peredarannya di perairan umum harus dicegah.  

Upaya pencegahan ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pengawas sungai, sehingga jika tindakan yang berdampak pada kelestarian ekosistem sungai seperti penyetruman, peracunan, pengeboman serta pelepas liaran jenis ikan-ikan invasive, maka komunitas ini akan melaporkan kepada pemerintah untuk segera ditindak lanjuti. 

Mereka yang kedapatan melakukan tindakan pelanggaran tersebut awalnya diberikan tindakan peringatan. Jika  masih saja diulangi, maka pemerintah akan melakukan proses hukum karena tindakan perusakan lingkungan perairan umum daratan termasuk dalam tindak pidana. (*/Sulistyawan Ds)

 


share on: