PKU Muhammadiyah Bantul Dirikan Jembatan Penghubung Gedung Rawat Inap Standar BPJS

share on:
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung dengan Gedung Ruang Rawat Inap Standar BPJS, di Gedung PKU Muhammadiyah Bantul, Sabtu (18/5/2024)

Yogyapos.com (BANTUL) - Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam bertekad menguatkan komitmen untuk mengembangkan amal usahanya guna memberikan manfaat  kepada masyatakat.

“Amal usaha Muhammadiyah banyak macamnya. Diantaranya di bidang kesehatan dan pendidikan. Bidang pendiikan diperkuat supaya semakin mampu memberikan pelayanan sesuai tuntutan zaman,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah, Dr H Busyro Muqoddas SH MH dalam sambutanya pada Tasyakuran Milad ke-60 RS PKU Muhammadiyah Bantul dan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung dengan Gedung Rawat Inap Standar BPJS, di Gedung PKU Muhammadiyah Bantul, Sabtu (18/5/2024).

BACA JUGA: HUT ke-7 Bahana 703 Yogyakarta, Sepuluh Tim akan Berlaga di Turnamen Voli SMA-SMK

Busyro menegaskan, kemajuan di bidang kesehatan sudah dapat dilihat dan dirasakan oleh masyatakat. Khususnya PKU Muhammadiyah Bantul kini membangun jembatan penghubung gedung yang nilainya puluhan miliar rupiah. Ini diharapkan semakin mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Tekad Muhammadiyah melalui amal usaha adalah implentasi dari hadis Nabi yang berbunyi khoirunnas anfa’ahum linnas yang berarti sebaik-baik manusia (maupun golongan) adalah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Busro yang juga mantan Ketua KPK.

Itu semua, untuk melaksanakan ajaran Islam yang juga disampaikan oleh Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Pengembangan amal usaha Muhammadiyah telah melalui konsep dan langkah yang tertata dan matang supaya lebih efektif.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengatakan, kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bantul dengan pihak lain sangat diperlukan untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

“Selama ini Muhammadiyah juga telah membantu Pemkab Bantul dalam memberikan layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Bantul,” kata Abdul Halim.

BACA JUGA: Peneliti UWM dan UMY: Wonosobo Potensial Menjadi Sentra Industri Jamur Terbesar di Indonesia

Dikatakan kemampuan anggaran dan sarana prasarana yang tersedia di Pemkab Bantul dalam memberikan layanan kesehatan dan pendidikan sangat terbatas, maka merasa terbantu oleh Muhammadiyah. 

“Beribu-ribu masyarakat Bantul telah mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah. Ini membantu Pemkab Bantul,” sambungnya.

Abdul Halim juga mengawali melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung ini dilanjutkan dengan jajaran berbagai unsur PP Muhammadiyah DIY dan PMD Bantul. (Spd)


share on: